When Love is Hiding

Hello,hello,gw pnya ff baru,*readers:Ga nanya*,

FF gw ini ceritanya diambil dari komik dengan judul yang sama WHEN LOVE IS HIDING karangan Shiumi Saki.FF ini bakalan ada 4 chapter,dengan judul yang berbeda tiap chapternya dan pemain yang berbeda tapi ceritanya tetep nyambung.

Cast :

Kim Ki Bum

Park Shin Hye

KIm Ryeowook

Han Seung Yeon

 

Namaku Park Shin Hye.Aku murid kelas 2  Gyeonggi High School.Disekolah ini ada 7 mitos yang terkenal dengan sebutan MITOS CINTA GYEONGGI HIGH SCHOOL.Mitos pertama,katanya saat malam bulan purnama,jika sepasang kekasih berciuman diruang auditorium lama,maka cinta mereka akan abadi.Mungkin kedengarannya konyol,tapi kakakku – Park Gyu Ri – sudah membuktikannya.Ia akan menikah dengan pacarnya berkat mitos itu.Yah,walaupun ia masih menyangkal kalau ia menikah dengan kekasihnya – Kim Hyun Joong -,ia bilang kalau ia menikah berdasarkan cinta bukan berdasarkan mitos.Tapi aku tidak peduli,yang pasti aku juga suatu saat nanti,pasti bisa bersama orang yang kucintai.

PENGUMUMAN

Karena sudah tua,maka ruang auditorium lama akan dibongkar pada awal tahun baru.

Ttd

Kepala Sekolah

Mataku terbelalak begitu melihat pengumuman yang tertempel di pintu ruang auditorium.Seketika aku mersa kesal dan langsung menyobek kertas pengumuman itu dan pergi keruang kepala sekolah.

“KEPALA SEKOLAH!!APA MAKSUDNYA INI?!!RUANG AUDITORIUM LAMA MAU DIBONGKAR?!!AKU TIDAK SETUJU!!”,teriakku didepan pintu kepala sekolah sambil terus menggedor pintu yang ada dihadapanku.

“Hei,Park Shin Hye,kau apa2an?”,teriak seseorang dibelakangku tapi aku tidak memperdulikannya dan melanjutkan aksiku.

SEMINGGU KEMUDIAN

Aku menangisi kegagalanku untuk bertemu kepala sekolah dan ditambah lagi aku tidak boleh menginjakkan kakiku lagi kesana.

“Hiks…hiks…aku tidak boleh kesana lagi”,tangisku .

“Menyerah saja shin hye-ya”,nasihat seung yeon teman sebangkuku.

“Yak,kalian tidak keberatan?!Padahal ada mitos romantic begitu!!!Kakakku melakukannya dan ia akan menikah berkat mitos itu”,teriakku.

“Tapi kamu tetap tidak bisa bertemu kepala sekolah kan?”,ujar Ryeowook teman kecilku sekaligus teman sekelasku.

“Percuma”,ujar seung yeon lagi.

“Tidak apa!!Aku tidak akan menyerah!!!”,kataku sambil berlari hendak  keruang kepala sekolah.

“SHIN HYE AWAS”.teriak seung yeon dari belakang.

BUK

Terlambat aku sudah menubruk seseorang yang ada didepanku.

“Wa?!!Mi..mianhae”,ujarku sambil mengusap hidungku yang sakit karena terbentur keras dengan dadanya.

DEG

Seketika jantungku berdegup dengan kencang begitu melihat wajah namja yang ada dihadapanku sekarang.

‘Wow,keren banget’,pujiku dalam hati.

“Maaf!!Dia tidak sengaja!!”,seru Ryeowook yang tiba2 dan menarikku kebelakang yang dibantu oleh seung yeon.

“Tolong dimaafkan ya!!!Hei Cepat minta maaf!!”,ujar seung yeon sambil menundukkan kepalaku secara paksa.

“Hei,kenapa?!!”,ujarku bingung.

“Kau tidak tahu Kibum?Dia itu COWOK SERAM tahu!”bisik Ryeoowok ditelinga kiriku.

“Katanya waktu SMP pernah bikin 1000 orang masuk rumah sakit!!Karena masa lalunya begitu,para guru juga angkat tangan..!!”,bisik Seung yeon ditelinga kananku.

‘Mau apa orang seseram itu di kelasku’,pikirku takut.

“Ada yang bernama Park Shin Hye?”,tanyanya.

“A..aku”,ujarku ragu sambil mengangkat tangan kananku.

“Kamu ya?”,ujarnya sambil menatapku dingin.

“Eh?Iya,aku?!!”,ujarku salah tingkah.

“Ikut aku”,perintahnya

‘Gawat’,teriakku dalam hati.

@Perpustakaan

“Nih,kepala sekolah menitipkan ini padaku”,ujarnya sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna putih yang ia keluarkan dari kantung jas seragamnya.

“Surat dari kepala sekolah?!!”,kubuka isi amplop itu.

“Kok dititipkan padamu sih?”,tanyaku bingung sambil membuka lipatan kertas yang ada ditanganku sekarang.

“Waktu mau ambil kartu perpus,Kepala sekolah menitipkan itu.”,jelasnya tanpa menatapku.

“Eh,kau mengancam kepala sekolah ya?!!”,seruku.

“HA?”,

“Ah,tidak”,

“Aku ini lulusan ujian terbaik”,ujarnya bangga.

“Wah pintar”,pujiku.

“Anu,ini bacanya apa?”,sambil menunjuk pada sebuah kata yang tertulis dalam bahasa inggris.

“Pendapat”,jawabnya dingin.

“Oh,kalau ini?”,tanyaku lagi.

“Sumbangan”,

“Hmm,yang ini?”,

“Fasilitas”,

“JAdi maksud surat ini apa?”,tanyaku polos.

‘Omo,wajahnya seram sekali.Apa dia mau melakukan sesuatu padaku?’,

“DUDUK”,perintahnya sambil membawa beberapa buku tebal ditangannya.

‘Kyaa,aku mau disiksa’,teriakku dalam hati.

“Nih,buka kamus”,ujarnya sambil meletakkan buku2 yang ternyata adalah kamus disebuah meja yang terletak tak jauh dari tempat kami berdiri sekarang.

“Kamus ya?”,ujarku lega.

‘Kukira ia akan menimpukku dengan kamus2 itu’,pikirku.

“Kamu ini dengerin omonganku dong!!”,serunya sambil memukul tumpukan kamus itu karena aku malah bengong melihat tumpukan kamus2 yang langsung membuatku pusing hanya dengan melihatnya saja.

“Iya,kucari nih”,lalu mengambil satu kamus dan membolak balik halamannya asal.

“Bagus”,ujarnya lalu menarik kursi yang ada dihadapanku dan duduk.

Aku kembali diam setelah melihat isi kamus yang kupegang.

“Salah,bukan kamus yang itu.Yang ini”,ujarnya sambil menyodorkan sebuah kamus berwarna biru padaku.

“Ah,pantas saja”,

“Dasar…kenapa aku mesti membantumu sih?”,katanya pelan sambil memangku dagunya dengan sebelah tangan dan melihat kearah lain.

Wajahku langsung memerah seketika melihatnya.Ia terlalu tampan.Dan satu hal lagi,ia ternyyata tidak seram.

“KArena kau sangat menyukai auditorium itu.Buatlah auditorium itu menjadi tempat yang nyaman.Jika bisa melakukannya,akan kami pertimbangkan lagi”,

“Jadi begitu ya!!!”,ujarku senang setelah ia membaca terjemahan isi dari surat kepala sekolah.

“Ya begitu”,ujarnya datar.

“Aha akan kuhias!!”,sambil membayangkan sebuah ruangan yang dipenuhi berbagai pernak pernak cantik didalamnya.

“ITU SIH NYAMAN UNTUKMU SENDIRI KEPALA STROBERI!!!”,ujarnya ketus,tapi tunggu.Apa katanya tadi?Kepala stroberi?sontakl aku langsung memerikasa ukuran kepalaku.Masa iaya kepalaku hanya sebesar stroberi?

“Habis,auditoriumnya sudah bobrok gitu.Gimana caranya biar bagus lagi?”,tanyaku bingung.

“Kalau mau bagus,ya dibersihkan dulu”,

“Kibum-a,kau pintar”,

“Kamu saja yang bodoh kepala stroberi”,ujarnya dingin.

‘Kurasa kibum itu bukannya seram,tapi lebih tepatnya menyebalkan!!!!’,pikirku.

“Aku tidak mengerti.Auditorium ini kan sudah hancur.Apanya yang dibuat tempat menyenangkan?”,ujarnya.

“Belum hancur,kok.AKan kubersihkan!!!”,ucapku yakin

“Kenapa ngotot gitu sih?Memangnya ada apa dengan auditorium ini?”,

Aku baru saja akan menjelaskan padanya meneganai mitos itu dengan mata yang berbinar2.Tapi tiba2…

“Tidak jadi tanya deh”,ujarnya sambil membuang muka dan melihat kearah lain.

“Aku kan belum bilang apa2.Tidak sopan”,seruku sambil menarik kerah jasnya,”Ada mitos,katanya jika sepasang kekasih berciuman diruang auditorium saat malam bulan purnama,cinta mereka akan abadi”,jelasku.

“Cih.Buat apa percaya takhyul?”,ujarnya ketus.

“Kalau tidak percaya tidak akan terkabul!!”,sergahku.

“KAmu pasti suka undian juga…?”,tebaknya

“Iya,tapi tidak pernah beruntung.Aku pernah mimpi menang undian.Bangun2 langsung teriak ‘HORE’”,ceritaku.

“DASAR”,lalu berjalan meninggalkanku.

Akupun langsung mengejarnya dan berjalan disampingnya.

“Coba bayangkan.Berkata ‘Kita akan bersama selamanya’,terus pasangan kita juga berpikir hal yang sam,lalu salin berciuman.Pasti bahagia sekali kan?!!”,ujarku sambil tersenyum manis padanya.

TAP

Langkahnya terhenti dan seketika wajahnya berubah.Ia tersenyum manis padaku.’manisnya’,dan rasanya giliran mukaku yang memerah.

Next Day

“JAdi kamu mau bersih2 auditorium?”,seru penjaga auditorium itu padaku.

“Iya dong.AKAN KUBERSIHKAN SAMPAI MENGKILAT”,seruku tak mau kalah.

“TIDAK BOLEH”,

Lalu ia menunjuk kesebuah kertas yang tertempel dipintu auditorium.

TIDAK BOLEH MASUK

“Dilarang masuk auditorium”,

“Boleh dong pak!”,

“Pokoknya tidak boleh!!!!!!!”,larangnya,lalu mendepakku keluar dari sana.

‘Kalau begitu,biar kubersihkan pas jam pelajaran saja!!’,tekadku dalam hati.

“Bagus,tidak ada pak guru”,ujarku senang ketika mengintip dari semak2  yang ada disekitar auditorium.

KRIET

Aku membuka pintu auditorium pelan dan melihat kedalamnya.

“Permisi,hi..gelap sekali”,ujarku ketakutan,”Kibum”,ujarku ketika melihat sosok yang ada didalam auditorium kini,”Sedang apa?”,tanyaku bingung.

“Bolos.Pelajarannya membosankan”,jawabnya santai,Soalnya terlalu mudah untukku”,lanjutnya.

Aku tidak mempeduliaknnya.Dan segera memulai acara bersih2ku.Mulai dengan membuka jendela2 yang ada di ruangan ini.Karena jendelanya terletak begitu tinngi mnegharuskan aku naik keatas tumpukan meja untuk membuka jendela2 itu.

“Oi,tidak apa2 tuh?”,teriak kibum khawatir.

“TIdak apa!Aku ahlinya tempat tinggi…Aku takutnya sama tempat gelap…”,kataku sambil menoleh kearahnya dengan berpegangan pada kusen jendela.Tapi tiba2…

KRAK

“Kyaa…..”,

BRUK

“Aaw…”,rintihku.

“BERAT….”,

“Eh…”,

DEG
‘Kibum’

“Menangkapku,ya?Maaf!”,kataku salah tingkah lalu segera bangkit dari atasnya.

“Baru sesumbar bilang,’aku ahlinhya tempat tinggi’,malah langsung jatuh”,ejeknya.

Author POV

“Yah…gedung ini memang sudah tua.Wajar kalau mau dibongkarkan?Lantainya juga sudah rusak…Malah ad ayang berlubang”,kata Kibum sambil memandangi lantai tua yang terbuat dari kayu2 itu.

BRUSS

“Huwa…..”,teriak Shin hye yang terjatuh kebawah.

“Baru juga kubilang”,seru kibum sambil membantu shin hye naik keatas.

“Maaf…”,katanya sambil memasang muka memelas

Hosh…hosh…

Kibum terengah2 setelah membantu Shin Hye naik.

“Selamat deh”,kata Shin hye begitu berhasil naik.

“Kenapa aku jadi ikut2an sih?”,keluh kibum

Kibum terkejut setelah melihat Shin hye yang berdiri membelakanginya.

GLEK!!!

Kibum langsung melepas jas seragamnya pada shin hye.

PLUK

“Pakai itu.Rokmu sobek!”,perintah Kibum

“Ckhobimu itu tuh merepotkanku ya?Dasar kepala stroberi!!”,ujarnya ketus sambil membantu shin hye memakai jas seragamnya.

“Jangan panggil aku ‘Kepala Stroberi’!Kau tidak ingat namaku,ya?”,seruku kesal sambil memainkan lengan jas yang kebesaran.

“Strobero kan imut”,ujar kibum

“Eh?”,

“SAMA IMUTNYA KAYA OTAKMU”,ujar Kibum ketus

“Huh,bikin kesal saja”,keluh shin hye

Shin hye kemudian melanjutkan acara bersih2nya.Sedangkan kibum hanya duduk sambil melihat hasil pekerjaan shin hye dari atas panggung yang ada diruangan itu.

“Ah ini…!!”,teriak shin hye sambil memandangi tembok yamng penuh dengan tulisan tangan berisi nama2 orang.

“Ada apa?”,tanya kibum seraya menghampiri shin hye.

“Lihat dinding ini!Banyak nama pasangan tertulis disini…Asyiknya aku juga ingin bisa menuliskan namaku disini”,ujar Shin hye girang.

“Serahkan padaku”,kata kibum lalu mengeluarkan sebuah pena dari kantung seragamnya

“Eh”,

Shin Hye POV

Kibum menuliskan sesuatu ditembok

Park Shin Hye

‘Ah…Apaan sih?Ternyata dia ingat namaku…’,

“Selesai”,ujarnya senang.

JENG

Park Shin Hye

Semoga bisa dapat pacar!!!

“HAH…”,teriakku kaget setelah membaca tulisannya ditembok.

“Apaan,tuh!Enak saja memutuskan aku tidak punya pacar!”,teriakku kesal

“Tidak punya kan?”,tebaknya asal.

“Tidak punya sih”,ujarku sebal.

“Padahal sudah susah2 kutulis”,

“Kibum-a,kau menyebalkan.Kubersihkan dindingnya ah!”,kataku sambil mengelap dindingnya dengan sebuah lap.

“Ha?Mau dibersihkan?

“DIAM”,teriakku.

“Padahal tadinya kupikir aka nada orang yang jatuh cinta padamu”,

DEG

Aku tersentuh dengan kata2nya barusan.Ternyata ia meman orang yang baik.

“YAH MUNGKIN 1 DARI SEJUTA ORANG!!”,katanya sambil berjalan menjauhiku.

“MWO……..!!!!!!”,teriakku sebal.

‘Ku tarik lagi kata2ku barusan.Dia ternyata benar2 MENYEBALKAN’,runtukku dalam hati.

‘Tapi…Dia menemaniku disini’,pikirku.

“Kibum-a,Ng…ng…AKu punya apa ya?”,kataku sambil mencari sesuatu yang kubawa agar dapat kuberikan padanya sebagai tanda terima kasihku.

“Ah…”,kataku ketika tanganku menyentuh ikat rambut yang kupakai lalu melepaskannya.“Ini untukmu”,kataku sambil  memberikannya pada kibum.

“APA INI?”,tanyanya heran begitu menerima ikat rambut yang kuberikan.

“Ehm,itu…anu…aku tidak membawa apa2 saat ini.Aku hanya ingin berterima kasih karena kau sudah menemaniku sepanjang hari ini.Mungkin itu tidak berguna bagimu.Tapi aku mohon kau mau menerimanya sebagai tanda terima kasih dariku”,kataku sambil menunduk karen atak berani menatap wajahnya.

“Baiklah.Ayo cepat pulang,ini sudah malam”,katanya seraya memasukan ikat rambut yang tadi kuberikan kedalam saku celananya.

“Ne”,kataku sambil tersenyum puas.

“Kibum-a,aku ambil tasku dulu yah dikelas.Kau tunggu disini saja,AKu akan segera kembali”,ujarnya dan hanya mendapat jawaban sebuah anggukan kepala darinya.

Aku berjalan dengan riang menuju ruang kelasku.Ketika aku sedang membereskan barang2ku kedalam tas,ada seseorang yang memegang pundakku.Seketika bulu kudukku berdiri.Aku bahkan tidak bisa bergerak saking ketakutannya.

“YA,Park Shin Hye.Kau kemana saja?Dari tadi kami mencarimu tahu”,ujar seorang yeoja yang dapat kutebak siapa pemiliknya HAN SEUNG YEON.

Segera aku membalik tubuhku dan melihatnya.

“Ya,kau tidak bisa tidak membuatku ketakutan seperti tadi”,teriakku kesal.

“Hehehe…mian Shin hye-ya,habis kau membuat kami cemas.Iya kan wookie?”,sambil melihat karah Ryeowook yang ada disampingnya.

“Ne,kau benar2 membuat kami cemas tahu.Tapi tunggu dulu,jas siapa yang kau pakai itu?”,tanyanya heran.

“Oh ini…aku meminjamnya dari kibum.Tadi rokku robek dan ia meminjamkan jasnya padaku”,jelasku sambil membereskan kembali buku2ku.

“Sudah ya,kibum sudah menungguku di bawah.Kalian pulang berdua saja”,ujarku sambil menyampirkan tas punggungku.

Baru saja aku kana keluar kelas,tiba2 sebuah tangan sudah mencengkram lenganku dengan kuat.

“Shin hye-ya,jangan pulang bersamanya.AKu takut kalau terjadi apa2 nanti.Di lokerku ada baju olahraga.KAu pakai itu saja dan kembalikan jas itu padanya.Arraso?”,ia terlihat khawatir.

Awalnya aku ragu untuk menyetujuinya tapi seung yeon juga ikut2an membujukku.Akhirnya aku pun menyerah dan mengiyakan permintaan mereka.

Aku berjalan lemas menuju tempat kibum menungguku.’Ia pasti akan marah sekali kalau tahu akau tidak jadi pulang dengannya.Tentu saja,ia sudah lama sekali menungguku’,pikirku cemas.Aku melihatnya sedang bersandar ditembok sambil memejamkan matanya.Ia terlihat lelah sekali.Dan aku bisa menyaksikan keindahan alam yang ada dihadapanku.Ia tampan sekali saat ia diam seperti itu.

“Sampai kapan kau mau memandangiku seperti itu,hah?”,tanyanya tanpa membuka matanya.

AKu mengerjap2kan mataku tak percaya.’Apa dia punya indera keenam?Kenapa ia tahu kalau aku sedang memperhatikannya?Aneh’,pikirku heran.

“Aniyo”,elakku sambil menuruni tangga dan berjalan mendekatinya.

“Kenapa kau ganti pakaian?”,tanyanya heran sambil melihat penampilanku.

“Eh…ini…ini..tadi seorang teman meminjamiku.Ini jasmu,gomawo sudah mau meminjamkannya padaku.Dan ehm,mianhae aku tidak bisa pulang bersama,teman2ku sudah menungguku dari tadi”,kataku pelan taku kalau2 ia marah.

“Bukankah kita bisa pulang bersama?Lagipula ini sudah malam,tidak baik kalau perempuan…”,kata2nya terhenti ketika ryeowook memanggilku.

“Shin hye-ya,ppali.Kau belum makan bukan?”,serunya sambil berjalan mendekatiku.

Aku melihat wajah kibum yang mulai kesal ketika mendengar suara Ryeowook memanggilku.

“Owh,jadi kau pulang dengan seorang namja.Pantas saja kau menolakku.Ini aku tidak membutuhkannya”,ujarnya dingin sambil melempar ikat rambut yang tadi kuberikan padanya.

“Kibum-a,bukan begitu,aku…aku hanya…”,aku mencoba mengejarnya untuk memberikan penjelsan tapi tampaknya sia2 saja.Ia malah terus berjalan menjauhiku.

Hiks…’entah kenapa hatiku sakit sekali melihatnya memperlakukanku seperti ini.Padahal tadi ia baik sekali padaku,walaupun kata2nya sedingin es’pikirku sedih.

“Shin hye-ya,gwenchana?”,ujar ryeowook khawatir sambil memegang pundakku.tapi aku tidak menjawab pertanyaannya dan hanya bisa menangis.

DRESS

Hujan turun dengan lebatnya malam ini.

“Kamu bersih2 auditorium bersama kibum?Kim kibum si pembuat onar itu?”,tanya seung yeon dari ujung telpon,”Ternyata kau benar2 berjuang untuk mewujudkan mitos itu yah”,ujarnya lagi.

“Iya dong…”,ujarku semangat.

‘Tapi,kalau Cuma sendirian apa aku akan berjuang sampai seperti itu?’,pikirku,

“Besok kubantu deh.Ajak wookie juga.Kita bersihkan sama2!!’,ujarnya

“…”,

“Ya,Park shin hye!!KAu mendengarku tidak sih?”,

“Ah,maaf.Diluar hujannya deras sekali sih”,

“Ya ampun,aku lupa menutup jendela kamarku.Shin hye-ya,kita lanjutkan besok ya,kamarku hampir kebanjiran”,

“Ne”,lalu ia memutuskan sambungan telepon duluan.

‘JENDELA?Astaga aku tadi juga lupa menutup jendela auditorium.Aduh gawat,nanti bisa basah senua deh’,pikirku.Aku langsung bergegas menuju sekolah naik mobil kakakku.’Huft untung saja semua sudah tidur,jadi aku bisa pergi dengan leluasa’,pikirku lega lalu segera menancap gas menuju sekolah.

Sesampainya diruang auditorium,benar seperti dugaanku.Hampir seperempat ruangan ini dipenuhi oleh genangan air.

“Astaga,aku harus cepat menutup jendelanya sebelum banjir”,kataku sambil berlari kecil menuju tumpukan meja yang tadi kugunakan untuk membuka jendela.

Baru beberapa langkah menuju tumpukan meja itu,aku kembali kena sial.Kakiku tergelincir dan kini

KRAK

“kyaa….”,teriakku ketika aku harus kembali terjatuh kebawah.

“Yang benar saja,aku jatuh lagi?”,ujarku kesal.

‘GELAP’,itulah kata yang terlintas begitu aku melihat sekelilingku.

“Hiks..gelap..omma,appa,eonnie..tolong aku…”,isakku sambil memeluk kakiku ketakutan.

“Aku takut…seseorang tolong aku…”,ujarku sambil terus menangisi.

“Shin hye-ya…”,teriak seseorang dari atas sana.

“Kibum”,panggilku pelan begitu mendengar suara orang yang barusan memanggil namaku.

Dan benar orang itu adalah kibum.Ia lansung melompat turun ketempatku berada sekarang ini.

“shin hye-ya?Gwenchana?”,tanya khawatir lalu menarikku keda;lam pelukkannya.

Seketika aku langsung memeluknya.

“Kibum-a,aku takut disini gelap.AKu takut”,kataku terisak.

“Gwenchana,aku ada disini.Kau tenang saja ada aku,kau tidak perlu takut lagi”,sambil mempererat pelukannya,”Aku mengkhawatirkanmu sejak pulang sekolah tadi.Sudah kudugakau pasti akan begini.Datang keauditorium malam2 saat hujan deras dan jatuh kelubang lagi.Benar2 bodoh!Makanya aku kemari”,jelasnya.

“Mianhae,aku hanya bisa membuatmu susah,Jeongmal mianhae!”,

Aku merasa sangat nyaman saat ini.Tak lama kemudian ia agak merenggangkan pelukannya dan melihat wajahku yang penuh airmata.

“Biar kuhapus airmatamu”,ujarnya sambil mengusap airmataku dengan tangannya,lalu kemudian ia menghapus airmataku dengan bibirnya.Aku sempat kaget dengan perbuatannya.Tapi lama kelamaan aku malah menikmati perlakuannya itu.Dan aku bisa merasakan jantungku yang terus berdebar dengan cepat.Kemudian kami saling berpandangan.Ia semakin mendekatkan wajahnya padaku.AKu baru saja hendakl menutup mataku,tiba2…

“SUARANYA DARI SINI.HEI KALIAN TIDAK APA2?”,ujar dua orang satpam dari atas sana.

‘Astaga,kalau mereka tidak datang,entah apa yang akan kulakuakn tadi’,pikirku.

@Ruang Kepala Sekolah

“Makanya,kan sudah bapak larang kamu masuk kesana.Kenapa kau masih bandel sih”,seru pak guru.

“Mianhae”,kataku sambil membungkuk dengan didampingin kibum yang berdiri disampingku.

“Jadi masalahkan”,ujar pak guru agi.

“Sudah..sudah yang penting semua baik2 saja”,ujar wakil kepala sekolah menenangkan,”Lagipula auditoriumnya kan akan segera dibongkar”,lanjutnya lagi.

‘Mwo?Dibongkar?’,

“Tunggu dulu!AKu dapat surat dari kepala sekolah,katanya masih mau dipertimbangkan!”,ujarku.

“Jangan bohong kamu”,ujar pak guru sambil agak mendorongku.

HUP kibum menahanku agr tidak terjatuh.

“ITU BENAR.AKU MENULIS UNTUK ANAK INI SEBAGAI KEPALA SEKOLAH”,ujar kibum tiba2.

“Kibum?”,aku tak percaya,’kepala sekolah?apa maksudnya?’,

“Aku memang memutuskan untuk membongkar auditorium itu,tapi aku ingin mempertimbangkannya lagi”,jelasnya bijak.

“Masa sih?”,ujar pak guru tak percaya

“Kepala sekolah apa boleh kau mengatakan hal seperti itu didepan Park Shin Hye?”,giliran wakil kepala sekolah yang bersuara.

‘aku tidak percya’,pikirku.

“Kibum-a,kau adalah seorang kepala sekoalh?”,tanyaku bingung.

“Kamu dengar sendiri kan?”,ujarnynya dingin.

MALAMNYA DIRUANG AUDITORIUM SAAT BULAN PURNAMA

“Mestinya bilang dari awal”,protesku

“Tidak bisa,soalnya itu rahasia”,uajarnya sambil meminggungiku.

“TApi aku senag,auditoriumnya tidak jadi dibongkar.TApi kenpa berubah pikiran?”,tanyaku penasran ambil mengelap tembok yang penuh dengan coretan nama2 siswa di sekolah.

“Aku tidak mau ada mitos disini”,jawabnya datar,

“Eh?”,

Saat malam bulan purnama,jika sepasang kekasih berciuman diruang auditorium lama,maka cinta mereka kana abadi.

“Oke serahkan padaku”,ujarku mantap sambil mengeluarkan pena dari kantong rokku,”Sudah jadi”,

JENG

Semoga kibum yang sadis bisa dapat pacar yang baik hati.

“KAmu tuh ya!”,ujarnya kesal

“Hihihi!Ini balasan tulisanmu yang waktu itu kibum-a”,ujarku senang.

Tiba2 ia meraih daguku dan memaksa wajahku untuk menoleh kearahnya.

‘Eh’,

CHU

Ia mencium bibirku.

“Dengan ini akan terbukti,KALAU MITOS AUDITORIUM INI BOHONG”,ujarnya sambil membelai lembut pipiku.

Aku hanya bisa melongo atas perlakuannya tadi.

“Dah,aku mau pulang ini sudah malam.Hah,rasanya mala mini cuacanya bagus sekali”,ujarnya sambil berjalan menjauhiku.

“YA,KIM KIBUM.KEMBALIKAN CIUMAN PERTAMAKU”,teriakku kesal.

FIN

Hahahahaha,kelar juga akhirnya.Tunggu kelanjutannya dengan tokoh yang berbeda ya!!!!

Gomawo ^^

Hello,hello,gw pnya ff baru,*readers:Ga nanya*,

FF gw ini ceritanya diambil dari komik dengan judul yang sama WHEN LOVE IS HIDING karangan Shiumi Saki.FF ini bakalan ada 4 chapter,dengan judul yang berbeda tiap chapternya dan pemain yang berbeda tapi ceritanya tetep nyambung.

Cast :

Kim Ki Bum

Park Shin Hye

Namaku Park Shin Hye.Aku murid kelas 2  Gyeonggi High School.Disekolah ini ada 7 mitos yang terkenal dengan sebutan MITOS CINTA GYEONGGI HIGH SCHOOL.Mitos pertama,katanya saat malam bulan purnama,jika sepasang kekasih berciuman diruang auditorium lama,maka cinta mereka akan abadi.Mungkin kedengarannya konyol,tapi kakakku – Park Gyu Ri – sudah membuktikannya.Ia akan menikah dengan pacarnya berkat mitos itu.Yah,walaupun ia masih menyangkal kalau ia menikah dengan kekasihnya – Kim Hyun Joong -,ia bilang kalau ia menikah berdasarkan cinta bukan berdasarkan mitos.Tapi aku tidak peduli,yang pasti aku juga suatu saat nanti,pasti bisa bersama orang yang kucintai.

PENGUMUMAN

Karena sudah tua,maka ruang auditorium lama akan dibongkar pada awal tahun baru.

Ttd

Kepala Sekolah

Mataku terbelalak begitu melihat pengumuman yang tertempel di pintu ruang auditorium.Seketika aku mersa kesal dan langsung menyobek kertas pengumuman itu dan pergi keruang kepala sekolah.

“KEPALA SEKOLAH!!APA MAKSUDNYA INI?!!RUANG AUDITORIUM LAMA MAU DIBONGKAR?!!AKU TIDAK SETUJU!!”,teriakku didepan pintu kepala sekolah sambil terus menggedor pintu yang ada dihadapanku.

“Hei,Park Shin Hye,kau apa2an?”,teriak seseorang dibelakangku tapi aku tidak memperdulikannya dan melanjutkan aksiku.

SEMINGGU KEMUDIAN

Aku menangisi kegagalanku untuk bertemu kepala sekolah dan ditambah lagi aku tidak boleh menginjakkan kakiku lagi kesana.

“Hiks…hiks…aku tidak boleh kesana lagi”,tangisku .

“Menyerah saja shin hye-ya”,nasihat seung yeon teman sebangkuku.

“Yak,kalian tidak keberatan?!Padahal ada mitos romantic begitu!!!Kakakku melakukannya dan ia akan menikah berkat mitos itu”,teriakku.

“Tapi kamu tetap tidak bisa bertemu kepala sekolah kan?”,ujar Ryeowook teman kecilku sekaligus teman sekelasku.

“Percuma”,ujar seung yeon lagi.

“Tidak apa!!Aku tidak akan menyerah!!!”,kataku sambil berlari hendak  keruang kepala sekolah.

“SHIN HYE AWAS”.teriak seung yeon dari belakang.

BUK

Terlambat aku sudah menubruk seseorang yang ada didepanku.

“Wa?!!Mi..mianhae”,ujarku sambil mengusap hidungku yang sakit karena terbentur keras dengan dadanya.

DEG

Seketika jantungku berdegup dengan kencang begitu melihat wajah namja yang ada dihadapanku sekarang.

‘Wow,keren banget’,pujiku dalam hati.

“Maaf!!Dia tidak sengaja!!”,seru Ryeowook yang tiba2 dan menarikku kebelakang yang dibantu oleh seung yeon.

“Tolong dimaafkan ya!!!Hei Cepat minta maaf!!”,ujar seung yeon sambil menundukkan kepalaku secara paksa.

“Hei,kenapa?!!”,ujarku bingung.

“Kau tidak tahu Kibum?Dia itu COWOK SERAM tahu!”bisik Ryeoowok ditelinga kiriku.

“Katanya waktu SMP pernah bikin 1000 orang masuk rumah sakit!!Karena masa lalunya begitu,para guru juga angkat tangan..!!”,bisik Seung yeon ditelinga kananku.

‘Mau apa orang seseram itu di kelasku’,pikirku takut.

“Ada yang bernama Park Shin Hye?”,tanyanya.

“A..aku”,ujarku ragu sambil mengangkat tangan kananku.

“Kamu ya?”,ujarnya sambil menatapku dingin.

“Eh?Iya,aku?!!”,ujarku salah tingkah.

“Ikut aku”,perintahnya

‘Gawat’,teriakku dalam hati.

@Perpustakaan

“Nih,kepala sekolah menitipkan ini padaku”,ujarnya sambil menyodorkan sebuah amplop berwarna putih yang ia keluarkan dari kantung jas seragamnya.

“Surat dari kepala sekolah?!!”,kubuka isi amplop itu.

“Kok dititipkan padamu sih?”,tanyaku bingung sambil membuka lipatan kertas yang ada ditanganku sekarang.

“Waktu mau ambil kartu perpus,Kepala sekolah menitipkan itu.”,jelasnya tanpa menatapku.

“Eh,kau mengancam kepala sekolah ya?!!”,seruku.

“HA?”,

“Ah,tidak”,

“Aku ini lulusan ujian terbaik”,ujarnya bangga.

“Wah pintar”,pujiku.

“Anu,ini bacanya apa?”,sambil menunjuk pada sebuah kata yang tertulis dalam bahasa inggris.

“Pendapat”,jawabnya dingin.

“Oh,kalau ini?”,tanyaku lagi.

“Sumbangan”,

“Hmm,yang ini?”,

“Fasilitas”,

“JAdi maksud surat ini apa?”,tanyaku polos.

‘Omo,wajahnya seram sekali.Apa dia mau melakukan sesuatu padaku?’,

“DUDUK”,perintahnya sambil membawa beberapa buku tebal ditangannya.

‘Kyaa,aku mau disiksa’,teriakku dalam hati.

“Nih,buka kamus”,ujarnya sambil meletakkan buku2 yang ternyata adalah kamus disebuah meja yang terletak tak jauh dari tempat kami berdiri sekarang.

“Kamus ya?”,ujarku lega.

‘Kukira ia akan menimpukku dengan kamus2 itu’,pikirku.

“Kamu ini dengerin omonganku dong!!”,serunya sambil memukul tumpukan kamus itu karena aku malah bengong melihat tumpukan kamus2 yang langsung membuatku pusing hanya dengan melihatnya saja.

“Iya,kucari nih”,lalu mengambil satu kamus dan membolak balik halamannya asal.

“Bagus”,ujarnya lalu menarik kursi yang ada dihadapanku dan duduk.

Aku kembali diam setelah melihat isi kamus yang kupegang.

“Salah,bukan kamus yang itu.Yang ini”,ujarnya sambil menyodorkan sebuah kamus berwarna biru padaku.

“Ah,pantas saja”,

“Dasar…kenapa aku mesti membantumu sih?”,katanya pelan sambil memangku dagunya dengan sebelah tangan dan melihat kearah lain.

Wajahku langsung memerah seketika melihatnya.Ia terlalu tampan.Dan satu hal lagi,ia ternyyata tidak seram.

“KArena kau sangat menyukai auditorium itu.Buatlah auditorium itu menjadi tempat yang nyaman.Jika bisa melakukannya,akan kami pertimbangkan lagi”,

“Jadi begitu ya!!!”,ujarku senang setelah ia membaca terjemahan isi dari surat kepala sekolah.

“Ya begitu”,ujarnya datar.

“Aha akan kuhias!!”,sambil membayangkan sebuah ruangan yang dipenuhi berbagai pernak pernak cantik didalamnya.

“ITU SIH NYAMAN UNTUKMU SENDIRI KEPALA STROBERI!!!”,ujarnya ketus,tapi tunggu.Apa katanya tadi?Kepala stroberi?sontakl aku langsung memerikasa ukuran kepalaku.Masa iaya kepalaku hanya sebesar stroberi?

“Habis,auditoriumnya sudah bobrok gitu.Gimana caranya biar bagus lagi?”,tanyaku bingung.

“Kalau mau bagus,ya dibersihkan dulu”,

“Kibum-a,kau pintar”,

“Kamu saja yang bodoh kepala stroberi”,ujarnya dingin.

‘Kurasa kibum itu bukannya seram,tapi lebih tepatnya menyebalkan!!!!’,pikirku.

“Aku tidak mengerti.Auditorium ini kan sudah hancur.Apanya yang dibuat tempat menyenangkan?”,ujarnya.

“Belum hancur,kok.AKan kubersihkan!!!”,ucapku yakin

“Kenapa ngotot gitu sih?Memangnya ada apa dengan auditorium ini?”,

Aku baru saja akan menjelaskan padanya meneganai mitos itu dengan mata yang berbinar2.Tapi tiba2…

“Tidak jadi tanya deh”,ujarnya sambil membuang muka dan melihat kearah lain.

“Aku kan belum bilang apa2.Tidak sopan”,seruku sambil menarik kerah jasnya,”Ada mitos,katanya jika sepasang kekasih berciuman diruang auditorium saat malam bulan purnama,cinta mereka akan abadi”,jelasku.

“Cih.Buat apa percaya takhyul?”,ujarnya ketus.

“Kalau tidak percaya tidak akan terkabul!!”,sergahku.

“KAmu pasti suka undian juga…?”,tebaknya

“Iya,tapi tidak pernah beruntung.Aku pernah mimpi menang undian.Bangun2 langsung teriak ‘HORE’”,ceritaku.

“DASAR”,lalu berjalan meninggalkanku.

Akupun langsung mengejarnya dan berjalan disampingnya.

“Coba bayangkan.Berkata ‘Kita akan bersama selamanya’,terus pasangan kita juga berpikir hal yang sam,lalu salin berciuman.Pasti bahagia sekali kan?!!”,ujarku sambil tersenyum manis padanya.

TAP

Langkahnya terhenti dan seketika wajahnya berubah.Ia tersenyum manis padaku.’manisnya’,dan rasanya giliran mukaku yang memerah.

Next Day

“JAdi kamu mau bersih2 auditorium?”,seru penjaga auditorium itu padaku.

“Iya dong.AKAN KUBERSIHKAN SAMPAI MENGKILAT”,seruku tak mau kalah.

“TIDAK BOLEH”,

Lalu ia menunjuk kesebuah kertas yang tertempel dipintu auditorium.

TIDAK BOLEH MASUK

“Dilarang masuk auditorium”,

“Boleh dong pak!”,

“Pokoknya tidak boleh!!!!!!!”,larangnya,lalu mendepakku keluar dari sana.

‘Kalau begitu,biar kubersihkan pas jam pelajaran saja!!’,tekadku dalam hati.

“Bagus,tidak ada pak guru”,ujarku senang ketika mengintip dari semak2  yang ada disekitar auditorium.

KRIET

Aku membuka pintu auditorium pelan dan melihat kedalamnya.

“Permisi,hi..gelap sekali”,ujarku ketakutan,”Kibum”,ujarku ketika melihat sosok yang ada didalam auditorium kini,”Sedang apa?”,tanyaku bingung.

“Bolos.Pelajarannya membosankan”,jawabnya santai,Soalnya terlalu mudah untukku”,lanjutnya.

Aku tidak mempeduliaknnya.Dan segera memulai acara bersih2ku.Mulai dengan membuka jendela2 yang ada di ruangan ini.Karena jendelanya terletak begitu tinngi mnegharuskan aku naik keatas tumpukan meja untuk membuka jendela2 itu.

“Oi,tidak apa2 tuh?”,teriak kibum khawatir.

“TIdak apa!Aku ahlinya tempat tinggi…Aku takutnya sama tempat gelap…”,kataku sambil menoleh kearahnya dengan berpegangan pada kusen jendela.Tapi tiba2…

KRAK

“Kyaa…..”,

BRUK

“Aaw…”,rintihku.

“BERAT….”,

“Eh…”,

DEG
‘Kibum’

“Menangkapku,ya?Maaf!”,kataku salah tingkah lalu segera bangkit dari atasnya.

“Baru sesumbar bilang,’aku ahlinhya tempat tinggi’,malah langsung jatuh”,ejeknya.

Author POV

“Yah…gedung ini memang sudah tua.Wajar kalau mau dibongkarkan?Lantainya juga sudah rusak…Malah ad ayang berlubang”,kata Kibum sambil memandangi lantai tua yang terbuat dari kayu2 itu.

BRUSS

“Huwa…..”,teriak Shin hye yang terjatuh kebawah.

“Baru juga kubilang”,seru kibum sambil membantu shin hye naik keatas.

“Maaf…”,katanya sambil memasang muka memelas

Hosh…hosh…

Kibum terengah2 setelah membantu Shin Hye naik.

“Selamat deh”,kata Shin hye begitu berhasil naik.

“Kenapa aku jadi ikut2an sih?”,keluh kibum

Kibum terkejut setelah melihat Shin hye yang berdiri membelakanginya.

GLEK!!!

Kibum langsung melepas jas seragamnya pada shin hye.

PLUK

“Pakai itu.Rokmu sobek!”,perintah Kibum

“Ckhobimu itu tuh merepotkanku ya?Dasar kepala stroberi!!”,ujarnya ketus sambil membantu shin hye memakai jas seragamnya.

“Jangan panggil aku ‘Kepala Stroberi’!Kau tidak ingat namaku,ya?”,seruku kesal sambil memainkan lengan jas yang kebesaran.

“Strobero kan imut”,ujar kibum

“Eh?”,

“SAMA IMUTNYA KAYA OTAKMU”,ujar Kibum ketus

“Huh,bikin kesal saja”,keluh shin hye

Shin hye kemudian melanjutkan acara bersih2nya.Sedangkan kibum hanya duduk sambil melihat hasil pekerjaan shin hye dari atas panggung yang ada diruangan itu.

“Ah ini…!!”,teriak shin hye sambil memandangi tembok yamng penuh dengan tulisan tangan berisi nama2 orang.

“Ada apa?”,tanya kibum seraya menghampiri shin hye.

“Lihat dinding ini!Banyak nama pasangan tertulis disini…Asyiknya aku juga ingin bisa menuliskan namaku disini”,ujar Shin hye girang.

“Serahkan padaku”,kata kibum lalu mengeluarkan sebuah pena dari kantung seragamnya

“Eh”,

Shin Hye POV

Kibum menuliskan sesuatu ditembok

Park Shin Hye

‘Ah…Apaan sih?Ternyata dia ingat namaku…’,

“Selesai”,ujarnya senang.

JENG

Park Shin Hye

Semoga bisa dapat pacar!!!

“HAH…”,teriakku kaget setelah membaca tulisannya ditembok.

“Apaan,tuh!Enak saja memutuskan aku tidak punya pacar!”,teriakku kesal

“Tidak punya kan?”,tebaknya asal.

“Tidak punya sih”,ujarku sebal.

“Padahal sudah susah2 kutulis”,

“Kibum-a,kau menyebalkan.Kubersihkan dindingnya ah!”,kataku sambil mengelap dindingnya dengan sebuah lap.

“Ha?Mau dibersihkan?

“DIAM”,teriakku.

“Padahal tadinya kupikir aka nada orang yang jatuh cinta padamu”,

DEG

Aku tersentuh dengan kata2nya barusan.Ternyata ia meman orang yang baik.

“YAH MUNGKIN 1 DARI SEJUTA ORANG!!”,katanya sambil berjalan menjauhiku.

“MWO……..!!!!!!”,teriakku sebal.

‘Ku tarik lagi kata2ku barusan.Dia ternyata benar2 MENYEBALKAN’,runtukku dalam hati.

‘Tapi…Dia menemaniku disini’,pikirku.

“Kibum-a,Ng…ng…AKu punya apa ya?”,kataku sambil mencari sesuatu yang kubawa agar dapat kuberikan padanya sebagai tanda terima kasihku.

“Ah…”,kataku ketika tanganku menyentuh ikat rambut yang kupakai lalu melepaskannya.“Ini untukmu”,kataku sambil  memberikannya pada kibum.

“APA INI?”,tanyanya heran begitu menerima ikat rambut yang kuberikan.

“Ehm,itu…anu…aku tidak membawa apa2 saat ini.Aku hanya ingin berterima kasih karena kau sudah menemaniku sepanjang hari ini.Mungkin itu tidak berguna bagimu.Tapi aku mohon kau mau menerimanya sebagai tanda terima kasih dariku”,kataku sambil menunduk karen atak berani menatap wajahnya.

“Baiklah.Ayo cepat pulang,ini sudah malam”,katanya seraya memasukan ikat rambut yang tadi kuberikan kedalam saku celananya.

“Ne”,kataku sambil tersenyum puas.

“Kibum-a,aku ambil tasku dulu yah dikelas.Kau tunggu disini saja,AKu akan segera kembali”,ujarnya dan hanya mendapat jawaban sebuah anggukan kepala darinya.

Aku berjalan dengan riang menuju ruang kelasku.Ketika aku sedang membereskan barang2ku kedalam tas,ada seseorang yang memegang pundakku.Seketika bulu kudukku berdiri.Aku bahkan tidak bisa bergerak saking ketakutannya.

“YA,Park Shin Hye.Kau kemana saja?Dari tadi kami mencarimu tahu”,ujar seorang yeoja yang dapat kutebak siapa pemiliknya HAN SEUNG YEON.

Segera aku membalik tubuhku dan melihatnya.

“Ya,kau tidak bisa tidak membuatku ketakutan seperti tadi”,teriakku kesal.

“Hehehe…mian Shin hye-ya,habis kau membuat kami cemas.Iya kan wookie?”,sambil melihat karah Ryeowook yang ada disampingnya.

“Ne,kau benar2 membuat kami cemas tahu.Tapi tunggu dulu,jas siapa yang kau pakai itu?”,tanyanya heran.

“Oh ini…aku meminjamnya dari kibum.Tadi rokku robek dan ia meminjamkan jasnya padaku”,jelasku sambil membereskan kembali buku2ku.

“Sudah ya,kibum sudah menungguku di bawah.Kalian pulang berdua saja”,ujarku sambil menyampirkan tas punggungku.

Baru saja aku kana keluar kelas,tiba2 sebuah tangan sudah mencengkram lenganku dengan kuat.

“Shin hye-ya,jangan pulang bersamanya.AKu takut kalau terjadi apa2 nanti.Di lokerku ada baju olahraga.KAu pakai itu saja dan kembalikan jas itu padanya.Arraso?”,ia terlihat khawatir.

Awalnya aku ragu untuk menyetujuinya tapi seung yeon juga ikut2an membujukku.Akhirnya aku pun menyerah dan mengiyakan permintaan mereka.

Aku berjalan lemas menuju tempat kibum menungguku.’Ia pasti akan marah sekali kalau tahu akau tidak jadi pulang dengannya.Tentu saja,ia sudah lama sekali menungguku’,pikirku cemas.Aku melihatnya sedang bersandar ditembok sambil memejamkan matanya.Ia terlihat lelah sekali.Dan aku bisa menyaksikan keindahan alam yang ada dihadapanku.Ia tampan sekali saat ia diam seperti itu.

“Sampai kapan kau mau memandangiku seperti itu,hah?”,tanyanya tanpa membuka matanya.

AKu mengerjap2kan mataku tak percaya.’Apa dia punya indera keenam?Kenapa ia tahu kalau aku sedang memperhatikannya?Aneh’,pikirku heran.

“Aniyo”,elakku sambil menuruni tangga dan berjalan mendekatinya.

“Kenapa kau ganti pakaian?”,tanyanya heran sambil melihat penampilanku.

“Eh…ini…ini..tadi seorang teman meminjamiku.Ini jasmu,gomawo sudah mau meminjamkannya padaku.Dan ehm,mianhae aku tidak bisa pulang bersama,teman2ku sudah menungguku dari tadi”,kataku pelan taku kalau2 ia marah.

“Bukankah kita bisa pulang bersama?Lagipula ini sudah malam,tidak baik kalau perempuan…”,kata2nya terhenti ketika ryeowook memanggilku.

“Shin hye-ya,ppali.Kau belum makan bukan?”,serunya sambil berjalan mendekatiku.

Aku melihat wajah kibum yang mulai kesal ketika mendengar suara Ryeowook memanggilku.

“Owh,jadi kau pulang dengan seorang namja.Pantas saja kau menolakku.Ini aku tidak membutuhkannya”,ujarnya dingin sambil melempar ikat rambut yang tadi kuberikan padanya.

“Kibum-a,bukan begitu,aku…aku hanya…”,aku mencoba mengejarnya untuk memberikan penjelsan tapi tampaknya sia2 saja.Ia malah terus berjalan menjauhiku.

Hiks…’entah kenapa hatiku sakit sekali melihatnya memperlakukanku seperti ini.Padahal tadi ia baik sekali padaku,walaupun kata2nya sedingin es’pikirku sedih.

“Shin hye-ya,gwenchana?”,ujar ryeowook khawatir sambil memegang pundakku.tapi aku tidak menjawab pertanyaannya dan hanya bisa menangis.

DRESS

Hujan turun dengan lebatnya malam ini.

“Kamu bersih2 auditorium bersama kibum?Kim kibum si pembuat onar itu?”,tanya seung yeon dari ujung telpon,”Ternyata kau benar2 berjuang untuk mewujudkan mitos itu yah”,ujarnya lagi.

“Iya dong…”,ujarku semangat.

‘Tapi,kalau Cuma sendirian apa aku akan berjuang sampai seperti itu?’,pikirku,

“Besok kubantu deh.Ajak wookie juga.Kita bersihkan sama2!!’,ujarnya

“…”,

“Ya,Park shin hye!!KAu mendengarku tidak sih?”,

“Ah,maaf.Diluar hujannya deras sekali sih”,

“Ya ampun,aku lupa menutup jendela kamarku.Shin hye-ya,kita lanjutkan besok ya,kamarku hampir kebanjiran”,

“Ne”,lalu ia memutuskan sambungan telepon duluan.

‘JENDELA?Astaga aku tadi juga lupa menutup jendela auditorium.Aduh gawat,nanti bisa basah senua deh’,pikirku.Aku langsung bergegas menuju sekolah naik mobil kakakku.’Huft untung saja semua sudah tidur,jadi aku bisa pergi dengan leluasa’,pikirku lega lalu segera menancap gas menuju sekolah.

Sesampainya diruang auditorium,benar seperti dugaanku.Hampir seperempat ruangan ini dipenuhi oleh genangan air.

“Astaga,aku harus cepat menutup jendelanya sebelum banjir”,kataku sambil berlari kecil menuju tumpukan meja yang tadi kugunakan untuk membuka jendela.

Baru beberapa langkah menuju tumpukan meja itu,aku kembali kena sial.Kakiku tergelincir dan kini

KRAK

“kyaa….”,teriakku ketika aku harus kembali terjatuh kebawah.

“Yang benar saja,aku jatuh lagi?”,ujarku kesal.

‘GELAP’,itulah kata yang terlintas begitu aku melihat sekelilingku.

“Hiks..gelap..omma,appa,eonnie..tolong aku…”,isakku sambil memeluk kakiku ketakutan.

“Aku takut…seseorang tolong aku…”,ujarku sambil terus menangisi.

“Shin hye-ya…”,teriak seseorang dari atas sana.

“Kibum”,panggilku pelan begitu mendengar suara orang yang barusan memanggil namaku.

Dan benar orang itu adalah kibum.Ia lansung melompat turun ketempatku berada sekarang ini.

“shin hye-ya?Gwenchana?”,tanya khawatir lalu menarikku keda;lam pelukkannya.

Seketika aku langsung memeluknya.

“Kibum-a,aku takut disini gelap.AKu takut”,kataku terisak.

“Gwenchana,aku ada disini.Kau tenang saja ada aku,kau tidak perlu takut lagi”,sambil mempererat pelukannya,”Aku mengkhawatirkanmu sejak pulang sekolah tadi.Sudah kudugakau pasti akan begini.Datang keauditorium malam2 saat hujan deras dan jatuh kelubang lagi.Benar2 bodoh!Makanya aku kemari”,jelasnya.

“Mianhae,aku hanya bisa membuatmu susah,Jeongmal mianhae!”,

Aku merasa sangat nyaman saat ini.Tak lama kemudian ia agak merenggangkan pelukannya dan melihat wajahku yang penuh airmata.

“Biar kuhapus airmatamu”,ujarnya sambil mengusap airmataku dengan tangannya,lalu kemudian ia menghapus airmataku dengan bibirnya.Aku sempat kaget dengan perbuatannya.Tapi lama kelamaan aku malah menikmati perlakuannya itu.Dan aku bisa merasakan jantungku yang terus berdebar dengan cepat.Kemudian kami saling berpandangan.Ia semakin mendekatkan wajahnya padaku.AKu baru saja hendakl menutup mataku,tiba2…

“SUARANYA DARI SINI.HEI KALIAN TIDAK APA2?”,ujar dua orang satpam dari atas sana.

‘Astaga,kalau mereka tidak datang,entah apa yang akan kulakuakn tadi’,pikirku.

@Ruang Kepala Sekolah

“Makanya,kan sudah bapak larang kamu masuk kesana.Kenapa kau masih bandel sih”,seru pak guru.

“Mianhae”,kataku sambil membungkuk dengan didampingin kibum yang berdiri disampingku.

“Jadi masalahkan”,ujar pak guru agi.

“Sudah..sudah yang penting semua baik2 saja”,ujar wakil kepala sekolah menenangkan,”Lagipula auditoriumnya kan akan segera dibongkar”,lanjutnya lagi.

‘Mwo?Dibongkar?’,

“Tunggu dulu!AKu dapat surat dari kepala sekolah,katanya masih mau dipertimbangkan!”,ujarku.

“Jangan bohong kamu”,ujar pak guru sambil agak mendorongku.

HUP kibum menahanku agr tidak terjatuh.

“ITU BENAR.AKU MENULIS UNTUK ANAK INI SEBAGAI KEPALA SEKOLAH”,ujar kibum tiba2.

“Kibum?”,aku tak percaya,’kepala sekolah?apa maksudnya?’,

“Aku memang memutuskan untuk membongkar auditorium itu,tapi aku ingin mempertimbangkannya lagi”,jelasnya bijak.

“Masa sih?”,ujar pak guru tak percaya

“Kepala sekolah apa boleh kau mengatakan hal seperti itu didepan Park Shin Hye?”,giliran wakil kepala sekolah yang bersuara.

‘aku tidak percya’,pikirku.

“Kibum-a,kau adalah seorang kepala sekoalh?”,tanyaku bingung.

“Kamu dengar sendiri kan?”,ujarnynya dingin.

MALAMNYA DIRUANG AUDITORIUM SAAT BULAN PURNAMA

“Mestinya bilang dari awal”,protesku

“Tidak bisa,soalnya itu rahasia”,uajarnya sambil meminggungiku.

“TApi aku senag,auditoriumnya tidak jadi dibongkar.TApi kenpa berubah pikiran?”,tanyaku penasran ambil mengelap tembok yang penuh dengan coretan nama2 siswa di sekolah.

“Aku tidak mau ada mitos disini”,jawabnya datar,

“Eh?”,

Saat malam bulan purnama,jika sepasang kekasih berciuman diruang auditorium lama,maka cinta mereka kana abadi.

“Oke serahkan padaku”,ujarku mantap sambil mengeluarkan pena dari kantong rokku,”Sudah jadi”,

JENG

Semoga kibum yang sadis bisa dapat pacar yang baik hati.

“KAmu tuh ya!”,ujarnya kesal

“Hihihi!Ini balasan tulisanmu yang waktu itu kibum-a”,ujarku senang.

Tiba2 ia meraih daguku dan memaksa wajahku untuk menoleh kearahnya.

‘Eh’,

CHU

Ia mencium bibirku.

“Dengan ini akan terbukti,KALAU MITOS AUDITORIUM INI BOHONG”,ujarnya sambil membelai lembut pipiku.

Aku hanya bisa melongo atas perlakuannya tadi.

“Dah,aku mau pulang ini sudah malam.Hah,rasanya mala mini cuacanya bagus sekali”,ujarnya sambil berjalan menjauhiku.

“YA,KIM KIBUM.KEMBALIKAN CIUMAN PERTAMAKU”,teriakku kesal.

FIN

Hahahahaha,kelar juga akhirnya.Tunggu kelanjutannya dengan tokoh yang berbeda ya!!!!

Gomawo ^^

One thought on “When Love is Hiding

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s