Day by day

TITLE:;: Day by Day
AUTHOR:;: Cherry Chibi>w<
CAST(S):;: Yesung, Ryeowook, Kibum, Eeteuk, Kyuhyun, Siwon
PAIRING(S):;: YeWook, KiWook
A/N:;: ff ini dah lama bangt lumutan di lappieku, jd ni ff yg dah lama n aneh banget kta2nya… mian… inspirasi dr Haru Haru BIG BANG… tp ak bedain, wlo banyak mirpnya… J

Leave

Kibum meraih tangan Ryeowook perlahan. Menatap matanya dalam sembari menyibakan rambut yang menutupinya.

“…” dalam diam Ryeowook menyerahkan cincin di tangannya pada Kibum. Sementara namja didepannya hanya diam terpaku. Terhantam atas penolakan halus kekasihnya.

“…”

“…” Ryeowook berjalan meninggalkan Kibum yang tak memberi reaksi apapun.

Meninggalkannya dalam dinginnya keadaan saat itu.

Semua itu terekam dengan jelas dipantulan spion mobil.

“Jangan biarkan Yesung hyung kemari.” Kata namja didalam mobil tersebut pada seseorang diseberang telefon.

“Kau terlambat, Kyu. Lihatlah kebelakang.” Jawab orang itu, Eeteuk. Dengan cepat Kyuhyun menoleh ke belakang mobilnya.

Yesung menatap tajam kearah Kibum sembari mengepalkan tangannya. Memperlihatkan dengan jelas cincin yang melingkar di jarinya.

Yeah, Finally I realize that I am nothing without you
I was so wrong, forgive me

Dengan segera Kyuhyun keluar dari mobil. Berjalan cepat kearah yang sama dengan Yesung, Siwon, dan Eeteuk.

My broken heart like a wave
My shaken heart like a wind
My heart vanished like smoke
It can’t be removed like a tattoo
I sigh deeply as if a ground is going to cave in
Only dusts are piled up in my mind
(Say goodbye)

Yesung menahan Kibum yang akan berbalik. Menatapnya tajam.

“Apa yang kau lakukan padanya?!” bentak Yesung dingin. Kibum tak menggubris, dia berusaha menyingkirkan Yesung dari jalannya.

Yesung menarik kerah KIbum.

“Apa yang kau lakukan!? Hah!?” bentaknya lagi. Matanya menatap tajam pada mata Kibum yang masih menunduk.

Merasa tak perlu menatap Yesung.

Kemarahan Yesung semakin memuncak. Melihat itu Siwon segera mengambil jarak diantara keduanya. Tapi dorongan tangan Siwon tak mengecilkan kemarahan Yesung.

“Apa yang kau pikirkan hingga kau berakata begitu?” Tanya Kibum datar tetapi penuh amarah.

Yeah, I thought I wouldn’t be able to live even one day without you
But somehow I managed to live on (longer) than I thought
You don’t answer anything as I cry out “I miss you”
I hope for a vain expectation but now it’s useless

Yesung mendekatkan wajahnya pada Kibum.

“Karena kau pengecut.”

“Sudahlah, Hyung.” Cegah Kyuhyun walau dia tahu itu percuma.

Kibum kembali berjalan. Tapi dengan sekali hentakan Yesung berhasil membuatnya berbalik. Menatap matanya dalam penuh emosi.

“Kau payah. Kau tahu itu?” Kibum terdiam mendengar itu.

“Bagaimana mungkin Wookie-ku memilih orang sepertimu?”

Kibum beranjak menuju Yesung. Dengan cepat Siwon dan Kyuhyun menahannya.

“Kau tak tahu bagaimana dia menderita bersamamu?” gertak Kibum.

What is it about that person next to you, did he make you cry?
Dear can you even see me, did you forget completely?
I am worried, I feel anxiety because I can’t get close nor try to talk to you
I spend long nights by myself, erasing my thoughts a thousand times

BUUAAKKK

Yesung menghantamkan tangannya keras pada wajah Kibum. Hingga namja itu tersungkur.

Dengan cepat Kibum bangkit dari jatuhnya dan membalas hantaman Yesung. Siwon dan Kyuhyun menahan kedua tangannya. Tapi dengan sekali hentakan kedua tangan itu terlepas.

BRRRAKKK

Tubuh Yesung menghantam keras mobil dibelakangnya. Menandakan pertarungan itu akan berlangsung.

Don’t look back and leave
Don’t find me again and live (on)
Because I have no regrets from loving you, take only the good memories
I can bear it in some way
I can stand in some way
You should be happy if you are like this
I become dull day by day

Air jatuh dengan derasnya menimpa tubuh namja dibawahnya.

“…” Yesung terdiam membiarkan air membasahi tubuhnya. Baju dan rambutnya sangat terlihat basah pertanda dia sudah berdiri di sana cukup lama. Dibawah guyuran air shower yang deras.

Perlahan dia mengangkat wajahnya. Menatap cermin didepannya.

Dia menghantam cermin itu keras. Memberinya retakan yang besar.

Oh girl I cry, cry
You’re my all, say goodbye…

“Kenapa wajahmu?” Ryeowook mengelus lembut pipi lelaki disampingnya.

“…” Kibum terdiam mendapat perlakuan itu. Sesaat kemudian dia menyunggingkan senyumnya begitu melihat sosok yang dia ingin agar melihat pemandangan ini.

Yesung.

Dia menatap geram melihat pemandangan didepannya. Dia segera beranjak dari dalam mobil. Dan menghantam keras kaca depan mobil sepasang ‘kekasih’ didepannya.

Ryeowook melepas tangannya begitu melihat Yesung. Dia mengalihkan pandangannya, berusaha agar tak bertatapan dengan Yesung.

Senyum Kibum semakin mengembang ketika dia melihat ekspresi kemarahan Yesung yang semakin mengingkat saat dia merangkul Ryeowook.

If we pass by each other on the street
Act like you didn’t see me and go the way you were walking to
If you keep thinking about our past memories
I might go look for you secretly

Siwon dan Kyuhyun bergegas keluar mobil berusaha menghentikan Yesung.

BRRAAAKKKK

Always be happy with him, (so) I won’t ever get a different mind
Even smallest regret won’t be left out ever
Please live well as if I should feel jealous
You should always be like that bright sky, like that white cloud
Yes, you should always smile like that as if nothing happened

Yesung berjalan gontai diantara orang-orang itu. Tak peduli teriakan marah orang yang ditabraknya dan terus berjalan lurus. Berjalan tanpa tanpa arah.

Ryeowook terduduk lemas. Memandangi dirinya dalam bayangan yang tak bernyawa. Air mata terus mengalir dari sudut matanya.

Setetes demi setetes.

~

Yesung mengerang keras. Melempar semua benda disekitarnya. Kertas-kertas berserakan disekelilingnya.

BRRRAAAKKK

“GRAAAAA!! ARRRGGGHHHHH!!!”

Dia membanting sebuah kursi dan menghancurkanya sekaligus bersama lemari sebagai obyeknya.

“Khhh…” Kyuhyun sudah tak tahan melihatnya. Dia beranjak dari duduknya. Tapi saat dia berada diambang pintu sebuah tangan menahannya.

“Hyung.” Kyuhyun menoleh dan melihat Eeteuk tersenyum miris.

“Dia butuh waktu sendiri.”

Kyuhyun menghela nafas. Lalu berjalan pergi meninggalkan ruangan yang menjadi saksi bisu kemarahan Yesung.

Eeteuk mengikuti Kyuhyun dibelakang.

Tiba-tiba Siwon datang dengan terburu-buru.

“Gawat! Ryeowook…”

I hope your heart fees relieved
Please forget about me and live (on)
Those tears will dry completely
As time passes by
It would’ve hurt less if we didn’t meet at all
Hope you will bury our promise of being together forever baby

“Kamu sudah baikan?” Tanya Kibum sembari masuk. Ryeowook mengangguk, tersenyum. Eeteuk dan Kyuhyun mengikuti Kibum dari belakang. Lalu duduk di sisi ranjang.

“Hyung, Yesung hyung mana?” Tanya Ryeowook pada Eeteuk.

“Um… dia…” Eeteuk melirik Kyuhyun bingung.

“Wookie, ini kubawakan bunga. Kutaruh disini, ya.” Kibum mengalihkan pembicaraan sembari meletakan serangkaian bunga diatas meja.

“…” Siwon terdiam melihat kejadian didepannya. Dia masih terus berdiri di depan pintu kamar.

PRRRANNGGGG

“Akh! Maaf!” Kibum berjongkok untuk membereskan vas yang pecah.

“Ah… awas Kibum…” Ryeowook turun dari ranjangnya, berusaha membantu Kibum membereskan pecahan vas.

Tapi kakinya terpeleset dan tubuhnya menghantam lantai keras.

“RYEOWOOK!!!”

~

“Hyung! Cepat kemari! Ryeowook…”

“…” Yesung tercengang mendengar itu.

Yesung memutuskan telefon Siwon dan bergegas berlari. Berlari menuju tempat kekasihnya.

Air mata tak berhenti menetes dari matanya.

“Bodoh. Kau bodoh!” isaknya.

Tanpa sadar kini dia sudah berada di lorong rumah sakit itu.

Berhadapan dengan Kibum.

~

PIP… PIP…. PIP….

Saura dari alat itu terus terdengar. Walau sangat lemah tapi tetap menandakan namja yang dipasangi alat itu masih bernafas.

“Hyung… Yesung hyung…” desahnya pelan.

“Taddaaa~” Yesung membuka telapak tangannya. Memperlihatkan sepasang benda dibaliknya.

“Kyaaaa! Cantiknya!” Ryeowook memekik senang.Yesung tersenyum mendengarnya.

“Nah, ini dipakai disini…” Yesung menyelipkan salah satu dari cincin itu pada jari Ryeowook. Lalu memakai satunya di jarinya.

Ryeowook tersenyum sumringah menatap cincin yang melingkar di jarinya.

“Kajja!” Yesung berdiri dari duduknya lalu mengulurkan tangannya.

“Kemana?” Tanya Ryeowook.

Yesung hanya tersenyum lalu menarik tangan Ryeowook. Dan seketika itu juga semburat merah di pipi Ryeowook semakin merekah.

“Kyyaaa! Hyung!”Ryeowook memeluk erat Yesung.

“Tak apa Wookie, pelan-pelan.Aku duluan, baru kamu.” Yesung melepaskan perlahan pelukan Ryeowook.

Dia berjalan perlahan diatas batu berlumut itu. Air yang mengalir semakin membuat kakinya sulit menapak. Dan setelah dia sampai di daratan, dia mengulurkan tangannya.

“Ayo! Aku akan menangkapmu kalau jatuh. Tak apa.”

Ryeowook kelihatan ketakutan, tapi dia tetap berusaha untuk melangkahkan kakinya. Dan saat di batu terakhir, kakinya terpeleset.

“Kyyyaaa!”

“Wookie!”

BYYUUUR

“Ah… basah nih…” Ryeowook mengibaskan tangannya. Kemudian dia baru tersadar didepannya kekasihnya juga basah dari ujung rambut sampai ujung kaki, sama seperti dirinya.

“Hyung! Maaf… ah… mana saputanganku..?” Ryeowook sibuk merogoh sakunya. Dan akhirnya menemukan saputangannya.

“Maaf ya, Hyung…” ujar Ryeowook sembari melap wajah Yesung.

Yesung hanya tertawa kecil.

“Ke.. kenapa?”Tanya Ryeowook bingung. Dan tawa Yesung langsung meledak.

“Kau ini… saputaganmu juga basah tuh!” Yesung menunjuk saputangan yang menempel di pipinya.

“Ah! Maaf!” pekik Ryeowook.

“Ahaha… kau ini…”

Ryeowook tersenyum mengingat masa-masa lalu. Sebulir air mangalir dari matanya.

“Sa… rang… hae…”

PIIIIIIIIIIIIIIIPPP

~

Yesung berjalan melewat Kibum dengan menundukan kepala. Dan saat berpapasan, Kibum menarik tangannya.

Yesung menoleh.

“Jaga dia baik-baik. Aku hanya bisa menyerahkannya padamu.” Kibum mengeluarkan sebuah cincin dari sakunya, dan meletakannya diatas telapak tangan Yesung.

Lalu pergi meninggalkan Yesung.

“…” Yesung terdiam kaku. Perlahan tangannya mengenggam erat cincin pemberian Kibum.

“Kh…” dia meletakan genggam tangannya didepan wajahnya.

“Aku berjanji.”

Lalu dia berlari melanjutkan tujuannya. Berlari menuju kamar operasi Ryeowook.

Ruangan itu tertutup. Dan didepan pintu itu ada beberapa namja yang tertunduk kaku.

“Hyung!” sambut Kyuhyun. Matanya terlihat sangat sedih.

“Bagaimana… Ryeowook…?”

Sebuah kasur dorong perlahan keluar dari ruangan didepannya. Memperlihatkan tubuh namja yang tak bernyawa diatasnya.

“…” Yesung tercekat. Dengan langkah kaku dia berjalan menuju raga kekasihnya.

“Ryeo… wook…”

Oh girl I cry, cry
You’re my all, say goodbye, bye
Oh my love don’t lie, lie
You’re my heart, say goodbye

__XD

goodbye~~~ author mo sembunyi dulu malu baca ffnya ndiri!! >///<komen please..? *kabur*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s