With U 4

TITLE:;: With U
AUTHOR:;: Cherry Chibi>w<
CHAPTER:;: 4/7
A/N:;: ada yg bingung dg critanya…? Nanti klo dah ending tau kok… klo blon mudeng jg baca ulang^^happy reading~>w<

Heechul berjalan dalam gelapnya jalan itu. Cahaya lampu jalanan tak mampu menyinari seluruh sudut disekitanya. Dalam setiap langkahnya ada perasaan berat yang semakin menekan dadanya dan membuat kakinya berat.

Perasaan selalu diawasi membuatnya sering menoleh kebelakang. Tapi dia takpernah menemukan sesosok apapun disana. “!” Heechul terpengangah melihat jalanan didepannya. Tempat ini… tempat yang tadi dilaluinya bersama Eeteuk.

Dan rasa sesak di dadanya semakin membuncah. Rasa bersalah itu kembali menyerangnya.

Heechul mempercepat lajunya, walau kakinya terasa sangat berat untuk digerakan. Akhirnya dengan nafas terengah dia berhasil mencapai tempat tujuannya.

Dan disana dia menemukan sesosok bayangan yang berdiri dibawah remang-remang lampu. Sesosok namja yang dikenalnya.

“Ada apa?” tanya Heechul pada namja yang berdiri 10 meter didepannya itu.

Namja itu membalikan badannya. Memperlihatkan seringai yang dapat membuat Heechul terdiam kaku.

“A-apa maumu?” tanya Heechul, berusaha agar tak merasakan wajahnya yang memanas. Terdengar nada gemetar saat dia bicara.

Namja itu hanya diam tapi tetap dengan senyuman mautnya. Dengan langkah perlahan dia berjalan mendekati Heechul. Dan tanpa sadar Heechul sedikit memundurkan badannya.

“Kenapa memanggilku?” Tanya Heechul, berusaha terlihat dingin dan tenang.

Han Geng semakin memperlebar senyumannya. “Follow me.”

Heechul terdiam kaku. Dia membelalak. “…”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Donghae berjalan menuju pintu. Langkahnya tiba-tiba terhenti ketika Kibum meraih tangannya.

“Hyung mau kemana? ” Tanya Kibum. Tersirat di wajahnya kekhawatiran yang dalam.

“Cari udara.” Jawab Donghae cepat. “Wae?” Tanya Donghae balik.

“Tadi aku dengar waktu Hyung biacara dengan Heechul hyung…”

“Wae? Saat aku bicara dengan Heechul hyung…?”

Kibum melepaskan genggamannya. “Aniyo. Lupakan.” Ucapnya kemudian. “Da-dah!”

Donghae mengangguk kecil lalu membuka pintu.

Saat bayangan Donghae sudah menghilang dibalik pintu Kibum beranjak dari tempatnya. Dan dalam setiap langkahnya ada rasa kekhawatiran pada Donghae yang semakin menekannya. Tapi dia tak tahu firasat apa itu. Yang dia tahu adalah kalung pemberian Donghae dan Heechul, yang diberikan padanya saat tahun baru, rantainya terputus tanpa sebab.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Eeteuk berjalan dalam diam. Rasa bersalah di dadanya semakin menjadi-jadi. Seolah menusuk tepat di dada berkali-kali. Dan tak jarang sesaat tanpa sadar dia menahan nafasnya, merasa tak ada udara lagi untuk dihurup.

“Kang… in… mianhae…” itulah yang diucapkannya setiap tarikan nafas.

Matanya sudah terlalu lelah untuk mengeluarkan air mata lagi. Walau dia berusaha tegar, tapi terasa sangat berat untuk berusaha menyadari kenyataan yang kejam, walau itu sudah terjadi.

Dia berjalan tanpa arah. Tak tahu harus kemanakan perasaannya.

Merasa kakinya tak mampu lagi untuk menahan tubuhnya, dia bersandar pada sebatang pohon yang ada di halaman sebuah rumah kecil. Rumah itu terlihat tak terurus, mungkin sudah tak berpenghuni.

Dan karena merasa matanya kelelahan menangis, dia memejamkan matanya dan mulai kelihangan kesadaran.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

“Chullie…” Han Geng menyentuhkan jarinya di pipi putih milik Heechul yang kini merona merah. Dengan senyum yang mematikan dia menurunkan jarinya ke dagu Heechul lalu berhenti tepat di bibirnya.

“Lepaskan.” Heechul berusaha melepas tangan Hen Geng. Tapi dia kalah cepat oleh Han Geng yang langsung menyambar lehernya. Membuatnya mengerang tiba-tiba. Dengan sisa kesadarannya Heechul berusaha mendorong tubuh Han Geng, tapi Han Geng justru semakin merapatkan tubuh mereka. dan Heechul semakin kehilangan tenaga dan kesadarannya.

Han Geng semakin mempercepat ritmenya. Dengan sedikit keras dia menghisap kulit leher putih Heechul. Tangannya mulai membelai lembut junior Heechul yang terbalut celananya, tentu saja itu membuat Heechul semakin menggila dan kegelian.

“Ah… aahh… Han… ahh!”

KRAK

“!” seketika kesadaran Heechul pulih kembali ketika mendengar bunyi lantai kayu yang dipijaknya patah. Dengan cepat dia mendorong tubuh Han Geng darinya. Tapi dengan cepat juga Han Geng kembali menyambar lehernya.

“..” Heechul membelalak ketika merasa sesuatu yang tajam menusuk kulit lehernya. Dan sesuatu itu terasa seperti menembus kulitnya dan menghisap sesuatu dibawah kulitnya. Perlahan kekuatan Heechul terkuras.

“Han… aahh…” tangan Heechul berusaha mendorong tubuh Han Geng yang mengapit tubuhnya. Tapi percuma saja, dia telah kehilangan bayak darah yang mengakibatkannya kehilangan kekuatan dan kesadarannya.

Ya. Han Geng menghisap darah seorang Kim Heechul.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

‘Akuingat, disini.’ Batin Donghae. Dengan langkah cepat dia berjalan menuju rumah kecil itu. Dan saat itu juga dia menemukan Eeteuk yang tertidur di pohon yang ada di halaman.

“Ya! Irrona!” seru Donghae sembari mengguncang tubuh Eeteuk.

Eeteuk membuka matanya. “Nugusaeyo?” tanyanya saat kesadarannya sudah pulih.

Donghae tak menjawab dan hanya menunjuk menarik tangan Eeteuk. Mengajaknya berlari ke suatu tempat.

“Ya! Lepaskan!” Eeteuk berusaha melepaskan cengkraman Donghae. Tapi entah apa yang terjadi, ada sebuah perasaan yang mengatakan dia harus mengikuti Donghae. Dan Eeteuk merasa pernah kenal Donghae, atau bahkan sangat mengenalnya, sangat.

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Mata Han Geng perlahan terbuka. Bola matanya berubah menjadi merah, sedetik kemudian kembali menjadi coklat, lalu hitam. Hitam pekat.

Dia membelalak. Tiba-tiba dadanya terasa panas dan sakit. Dan hampir sekujur tubuhnya terasa kaku. Matanya yang masih bebas melirik ke suatu tempat. Dimana disana berdiri dua orang namja, dengan nafas terengah.

Tubuh Heechul terlepas dari rengkuhan Han Geng. Terjatuh dan terhempas di lantai dengan keras.

“Heechul?” Tanya Eeteuk bingung. “Sial. Terlambat.” Desah Donghae. “Bawa dia ke rumah.” Bisik Donghae pada Eeteuk. Eeteuk menurut dan segera menghampiri Heechul. Untung saja Han Geng tak menghalanginya, karena dia sibuk melawan Donghae.

“Heechul-ssi! Heechul-ssi!” Entah kenapa tiba-tiba saja Eeteuk menggunakan panggilan formal. “Ya! Palle irrona!” Eeteuk menepuk-nepuk pipi Heechul. Wajahnya sangat pucat, tergambar jelas di bibirnya yang sebelumnya berwarna merah. “Aish!” dengan cepat dia menarik tubuh Heechul dan menggendongnya di punggung.

Eeteuk segera beranjak dari tempat itu, berlari menuju rumahnya. Meninggalkan dua namja yang sibuk bertarung.

Donghae menekan dada Han Geng dengan cepat, tapi tidak keras. Dan seketika tubuh Han Geng terhempas ke belakang.

‘Cih. Kekuatanku masih kurang.’ Han Geng mengusap bibir bagian bawahnya yang berlumuran darah, darah milik seorang Kim Heechul. Dia beranjak dari posisinya lalu berlari keluar dari tempat tersebut. Donghae langsung mengejarnya.

‘DImana dia?’ mata Han Geng terus melirik kesana-kemari. Dan akhirnya dia berhenti tepat di sebuah rumah. Dia memasuki salah bangunan didepannya, melalui jendela yang terbuka.

Donghae tercekat. Dia tak memperkirakan ini sebelumnya. Dengan segera dia berlari mengejar Han Geng, yang menghilang di balik jendela kamarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s