With U 5

TITLE:;: With U
AUTHOR:;: Cherry Chibi>w<
CHAPTER:;: 5/7
A/N:;: ak bingung bikin adegan bertarung, jd maklum ya klo aneh-_-~ happy reading~>w<

Donghae tercekat. Dia segera melompat menuju jendela kamarnya dan mendobrak pintu jendela. Terlihat disana berdiri Han Geng dan Kibum, yang saling bertatapan.

“Hyung?” Tanya Kibum bingung, menatap Han Geng dan Donghae bergantian.

Donghae langsung berlari kearah Kibum. Tapi Han Geng terlanjur mendahuluinya dengan menarik Kibum dan memeluknya dari belakang.

Donghae segera mendorong udara disekitarnya hingga muncul sebuah sinar yang mendorong tubuh Han Geng hingga ke belakang.

Sementara itu Kibum berusaha melepaskan Han Geng dari tubuhnya. Dan berkat Donghae, dia berhasil lolos dari Han Geng. Kibum mendekat pada Donghae, dan Donghae menyuruh Kibum berlindung dibaliknya, yang merentangkan tangannya.

Kini ketiganya saling menatap. Dan hanya Han Geng yang tersenyum saat itu. “Good.”

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Dengan lembut Eeteuk membaringkan tubuh Heechul di ranjang. Dia langsung meraih sebuah sapu tanagan yang diberikan Donghae, kemudian menyeka darah Heechul yang masih membekas di leher.

Setelah membereskan luka Heechul, dia duduk di sisi ranjang, menatap Heechul dalam sembari membayangkan apa yang barusaja terjadi.

“Apa maumu? ” Tanya Eeteuk. Donghae masih terus berlari tanpa menoleh pada Eeteuk.

“YA!” Eeteuk menarik tangan Donghae yang menggenggam tangannya. Donghae menatapnya tajam.

“Tapi kau harus percaya apa yang kukatan.” Ucapnya kemudian. Eeteuk mengangguk cepat. Donghae kembali berlari, dengan mengatakan apa yang terjadi pada Eeteuk.

“Aku adalah…”

“Enghh…” Heechul membuka matanya, yang seketika itu juga membuyarkan lamunan Eeteuk. Eeteuk meraih tangan Heechul yang terangkat, meletakannya kembali dengan lembut ke tempat semula.

“Gwenchana?” Tanya Eeteuk.

“Ee-eetuk?” Heechul menatap Eeteuk bingung, hendak beranjak dari posisinya.

“Istirahat dulu.” Eeteuk menahan Heechul dan beranjak dari duduknya. “Aku ambilkan obat dulu.”

Heechul mengangguk lemah. Ingatannya samar-samar kembali terulang. Dan saat itu juga dia langsung membelalakan matanya dan beranjak dari ranjang. Tapi tubuhnya yang terlalu lemas untuk digerakan membuatnya kembali terhempas ke kasur.

“Sudah kubilang, istirahat.” Tegur Eeteuk yang berada diambang pintu. Heechul mendengus pelan. Eeteuk kembali menghliang dibalik pintu, lalu muncul beberapa saat kemudian dengan sebuh botol obat dan segelas air di tangannya,

“Nih.” Eeteuk menyodorkan sebuah pil yang diambilnya dari botol obat dan segelas air itu. Heechul hanya menurut saja. Dia meminum obatnya dibantu Eeteuk.

“Apa yang terjadi?” Tanya Heechul.

“Sulit menjelaskannya. Yang pasti, seorang namja menyeretku dan akhirnya aku bertemu denganmu. Dan namja itu menyuruhku membawamu pergi.” Terang Eeteuk. Heechul hanya diam mendengarkannya. Tangannya terangkat, menyentuh luka di lehernya yang diukir oleh Han Geng.

“Aku sudah mengobatinya. Tidurlah lagi. Kau kehilangan banyak darah.” Ucap Eeteuk lembut. Heechul menurut dan kembali menarik selimutnya yang sempat tersibak. Eeteuk mengelus lembut rambut Heechul . Setelah Heechul benar-benar terlelap, dia beranjak menuju plafon rumahnya, merasakan udara malam Seoul.

Eeteuk memejamkan matanya, merasakan angin meniup lembut wajah dan rambutnya. Dan dia kembali mengingat-ingat apa yang baru saja terjadi.

“Aku adalah kau di masa depan.”

“Hah?”

” Di masa depan kita akan kembali kehilangan orang yang kita sayangi, seperti hari ini. Dan aku datang untuk merubahnya.” Donghae menghela nafas sesaat. “Jangan sampai itu terjadi. Kangin…”

Eeteuk terdiam sesaat. Bagaimana orang ini tahu dia kehilangan Kangin hari ini? Mungkinkah Heechul memberitahu orang lain? Tapi untuk apa? Apa untungnya? Lagipula, Eeteuk tak mempunyai orang yang disayanginya selain Kangin. Semua yang disayanginya telah lenyap sekarang.”Nugu? Orang yang kusayangi itu.” Tanya Eeteuk pada akhirnya.

“Kim Heechul.”

Eeteuk membuka matanya lalu menoleh pada Heechul yang masih terlelap di ranjang. Dia menghela nafas panjang.

“Dia yang menghibur kita saat kita kehilangan Kangin. Dan akhirnya jatuh cinta padanya.”

Eeteuk kembali menghela nafas panjang. Memang sulit untuk percaya. Tapi sapu tangan yang tadi diberikan Donghae adalah… sapu tangan yang sama dengan miliknya dan Kangin. Sementara milik Eeteuk masih berada di saku celananya, dan milik Kangin sudah dibakar bersama dengan tubuhnya saat pemakaman. Dan saputangan itu dipesan khusus. Jadi hampir tak mungkin jika ada yang memilik motif dan tulisan yang sama dengan miliknya dan Kangin.

“Jika dia terluka, seka dengan ini.” Ujar Doghae saat memberikan saputangan tersebut.

‘Lagipula untuk apa orang lain menulis namaku dan Kangin di sapu tangannya?’ Eeteuk mengeluarkan sapu tangan miliknya dan sapu tangan yang diberikan Donghae tadi. Eeteuk masih bingung, tapi ada satu hal yang pasti, jika dia yang berada di masa depan sampai menyerahkan sapu tangan yang sangat berharga itu demi menyeka luka Heechul, itu berarti Heechul sangat berharga. Lebih berharga dibanding Kangin, mungkin.

‘Is this… real..?’

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Kibum membelakalakan matanya saat merasakan sesuatu menusuk kulit lehernya dan sesuatu menyentuh punggungnya. Dia menoleh kebelakang, melihat apa yang terjadi. Dan yang didapatkannya adalah Han Geng. Ya, Han Geng menghisap darahnya.

“AHH!!” pekik Kibum. Donghae langsung menoleh. Dengan cepat didorongnya tubuh Han Geng, dengan cara seperti tadi.

Saat Donghae berusaha menyelamatkannya, Kibum melihat bayangan Han Geng, yang tadi berada dihadapan mereka berdua, lenyap seperti asap. Dan Han Geng yang berada dibelakangnya menariknya menjauhi serangan Donghae.

“Hanya bisa melarikan diri rupanya.” Ejek Donghae, yang sebenarnya memancing Han Geng. Tapi pancingan itu tak berefek pada Han Geng. Dia masih bersikukuh memeluk Kibum dan terus menghisap darahnya.

“Ahh! Ah… ahh… ah! Hyung!” Kibum meronta, berusaha melepaskan Han Geng. “Donghae hyung!” pekiknya.

“Kau nikmat sekali Kibummie…” bisik Han Geng setengah mendesah di telinga Kibum. Lalu dia kembali menghisap darah Kibum.

“Ah!!”

“Merunduk.” Ucap Donghae, masih diam dalam posisinya dan dalam sekejap mata dia menghilang.

Satu detik kemudian tubuh Han Geng terjungkal ke depan. Dan Kibum yang menaati perintah Donghae tetap berada di tempat, walau sempat terseret Han Geng.

Kibum menoleh. Dilihatnya sosok Donghae berdiri disana. Ternyata Donghae yang mendorong Han Geng tadi.

“Hyung!” Kibum berlari kearah Donghae.

“Cih. Kau menganggu.” Kata Han Geng, berdiri dari posisinya sambil mengusap darah Kibum yag tercecer di dekat bibirnya.

“Pertarungan yang sesungguhnya baru akan dimulai…”

Han Geng kembali membentuk bayangan serupa dengannya. Lalu bayangan tersebut berlari kebelakang Kibum dan menyeretnya menjauh dari Donghae.

“Kibum-a!” Donghae langsung menarik tubuh Kibum sekuat tenaga, dan saat itu juga bayangan Han Geng melepaskan cengkaramannya. Hingga akhirnya mereka berdua jatuh bersamaan.

BRRUKK

“Hahaha.” Han Geng bertepuk tangan. “Kalian sangat pintar melawak rupanya.” Ucapnya sambil berjalan menghampiri Kibum dan Donghae. Dia menarik Kibum, menyingkir dari Donghae.

Saat Donghae akan menarik Kibum, bayangan Han Geng menahannya.

“Kibumie… kau sangat manis, kau tahu? Hm…?” Han Geng yang memeluk Kibum dari belakang, menyentuhkan jarinya ke pipi putih Kibum yang mulai merona. Dia memang tak suka dibilang manis, tapi keadaannya sekarang membuatnya tak bisa berkutik, karena sekarang tangan Han Geng tengah mencengkram juniornya dan memijatnya lembut.

“Ssh… ahh… hen—tikan! Ahh…” erang Kibum. Tapi Han Geng tak menggubrisnya. Dia tetap mengelus lembut junior Kibum, dan lidahnya menjilat bekas luka yang tadi ditingalkannya di leher putih Kibum.

“Hyung… ah… ahh! Hyung!!!”

“Kibum-a!” Donghae berusaha melapaskan cengkraman bayangan Han Geng padanya. Hentakan pertama gagal, tarikan selanjutnyapun gagal melepaskan tangan bayangan tersebut. Hingga akhirnya pada tarikan yang entah keberapa, Donghae berhasil melepaskanya dan langsung berlari menubruk Han Geng dan Kibum.

Donghae menarik Kibum berdiri. Kibum berdiri dengan terhuyung-huyung lalu ambruk begitu saja didekapan Donghae.

‘Gawat! Dia kehabisan banyak darah.’

Memanfaatkan kelengahan Donghae, Han Geng langsung menarik Kibum darinya. Tapi untunglah Donghae cepat merespek dan langsung menarik Kibum kembali. Dan tanpa sengaja tangannya menyenggol vas besar yang ada didekatnya.

PRANGGGGGG!!!!!!!

Beberapa detik kemudian pintu terbuka, dan tampak Ryeowook berdiri disana.

“Kibum, ada ap—”

__>w<
hwaaaaa! Mian klo aneh ! >.<
alasan Han ‘gituin’ Kibum bukn hanya karna biar Kibum lemes n gk bisa ngelawan, tp jg gra2 author pengen!!! Hwahahaha!!😄
coment please! >w<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s