Memories

TITLE:;: Memories

AUTHOR:;: Cherry Chibi>w< & Ka-az (Kim Jongwook aseuka)

A/N:;: pas nungguin yg laend tes… iseng2nulis di lappie ka-az… trus dilanjutin ma dy… trus lanjut2an ampe jadinya gini… silkn tentukn sendiri syp pairnya~^^ tp cherry mikirnnya HanChul~ cuz ff ini HANCHUR. nie second pov ne~ ^^happy reading~>w<

Dengan langkah terseret kau membawa dirimu pada peti tersebut. Air mata yang telah mengiring terukir jelas di pipi putihmu. Badanmu kini nyaris tak punya tenaga untuk melakukan apapun. Tapi kau ingin melihatnya, bertemu dengannya pertama setelah perpisahan lama kalian. Dan terakhir kalinya sebelum dia benar-benar menghilang dari dunia.

Nyaris semua nafas dari kehidupan yang di sana tertahan saat tanganmu terangkat, mengelus pipi namja yang terbaring lemah di dalam peti. Masih sama seperti sebelumnya. Matanya terpejam saat kau menyentuhnya. Tapi kali ini berbeda. Kali ini dia takkan membuka matanya untukmu lagi. Takkan ada sentuhan hangatnya lagi setelah kau berikan belaian lembut padanya.

Matamu menatapnya nanar. Pandanganmu semakin kabur oleh genangan Kristal di pelupuk matamu seiring memori yang meluap keluar. Seluruh memory dengannya. Sejak awal bertemu oleh takdir… dan terpisah oleh kenyataan.

Kau mendekatkan wajahmu padanya. Mengamati setiap lekuk dari arsitektur sangat menawan di wajahnya. Setetes air matamu jatuh, mengalir lembut di pipi namja itu. Kau mengulurkan tanganmu untuk menghapusnya. Kau semakin mendekatkan wajahmu. Hingga bibirmu menyentuh lembut bibirnya. Kau memagutnya lembut, seakan bibirnya akan hancur jika kau menyentuhnya. Kau memejamkan mata sejenak. Merasakan bibir namja itu yang hanya diam, dingin tak menyambut bibirmu. Sesaat, rasa manis dari bibir lelaki yang ada didepanmu dapat kau rsakan kembali. Membuatmu sejenak melupakan ketidak hadirannya.

Kau membuka matamu, kau kembali dihadapkan dengan hal yang sesungguhnya. Dengan perlahan kau melepaskan bibirmu dan menjauhkan wajahmu darinya. Kau kembali membelai lembut pipi putih namja yang ada dibawahmu itu. Air matamu kembali menetes di atas wajah itu. Kali ini kau tak menghapusnya. Kau membiarkan air matamu membasahi wajah lelaki itu. Pertama-tama kau menghapus air matamu terlebih dahulu, mencoba menegarkan hatimu agar tak menangis lagi. Kembali kau ulurkan tanganmu untuk menghapus air mata yang membasahi pipi putih milik lelaki itu.

Kau menghela nafas panjang, membuang semua sesak saat menatap sosok di hadapanmu. Berharap ingatanmu bersamanya akan lenyap bersama nafasmu. Terbang menghilang bersama harapan terdahulumu. Harapan saat bertemu dengannya dia menyambutmu dengan senyum membentuk garis wajah tampannya. Dan harapan tatapan teduh itu kembali padamu. Kembali menjadi milikmu.

Dalam-dalam kau hirup udara, berharap itu akan membawa nafas baru bagimu.

Dengan perlahan kau mendongakan kepalamu, menatap kosong langit-langit dengan mata indahmu.

Kembali kau pejamkan matamu, dengan setetes air bening mengalir membasahi wajahmu mengiringnya.

Terselubung di dalam sana. Di dalam hatimu, tersisa secercah harapan. Harapan ini semua hanya mimpi dan saat kau membuka matamu, kau kembali di ranjang nyamanmu. Dengan dirinya berbaring di sisimu saat itu.

1…

Menghela nafas, mengumpulkan keberanian menatap kebohongan mimpi.

2…

Mulai membuka matamu perlahan. Dengan perasaan ditarik dari dua arah. Antara kecemasan dan harapan.

3…

Matamu terbuka sempurna.

Tapi semuanya lenyap. Kau harus hadapi kenyataan. Kenyataan bahwa dirinya……

Air matamu kembali jatuh. Nafasmu tercekat. Seakan tak ada lagi oksigen yang mampu mengisi paru-parumu. Kau harus menghadapi kenyataan ini. Sesuatu yang mungkin akan menjadi akhir dari seluruh harapan yang telah kau sandarkan.

Kau kembali menghembuskan nafasmu dengan berat. Kenyataan ini……

Dirinya benar-benar telah meninggalkanmu. Selamanya.

Perlahan kau langkahkan kakimu untuk menjauh dari peti itu. Dengan terseret kau membalik tubuhmu yang seakan rapuh, dengan nyawamu yang tak sempurna. Dengan langkah ragu kau terus menguatkan kakimu untuk terus melangkah.

Memori dengan namja itu kembali berputar di otakmu. Bagai sebuah film yang dengan jelas berada di hadapanmu. Air matamu kembali menetes. Mengiringi setiap langkah kepergianmu. Memori itu semakin jelas terputar. Seakan kau baru saja mengalaminya. Saat di mana ia membelai perlahan pipimu, menyibak rambutmu yang menghalangi wajah putih sempurna milikmu.

Kau menghela nafasmu kembali. Mencoba untuk lebih menguatkan hatimu untuk melangkah pergi. Namun kau malah semakin teringat dengan dirinya. Helaan nafasnya seakan masih menerpa kulit wajahmu. Kau seakan masih merasakan kehadirannya di sisimu. Kau berharap tetesan air mata yang mengiringi langkahmu akan membuatmu meninggalkan segala harapan yang telah ia labuhkan. Kau berharap kau bisa melupakan segala kejadian yang bisa mengingatkanmu akan dirinya.

Kau menggelengkan kepalamu cepat. Putaran kejadian – kejadian yang telah kalian lalui semakin cepat berputar. Membuatmu semakin kehilangan tenaga.

Kau sudah tak sanggup menopang tubuhmu lagi. Semuanya terasa remuk, tak bisa digerakan sedikitpun.

Hingga akhirnya kekuatanmu benar-benar lenyap. Menguap dengan air matamu. Kau terbaring lemah di tanah. Tak ada yang peduli padamu. Mereka hanya melempar tatapan bingung padamu, penasaran apa yang menimpa dirimu. Ingin mengetahui derita manusia lainnya.

Entah sudah berapa pasang kaki yang melewatimu.

Kau tak peduli. Justru inilah yang kau inginkan. Mati ditelan bumi dan lautan manusia. Berbaur bersamanya.

Kau terlalu takut untuk kembali menggantung harapan. Takut jikalau Tuhan tak mengizinkanmu menggapainya. Dan kembali kehilangan segalanya.

Perlahan semuanya terasa ringan. Mungkin waktumu semakin dekat…

Ketika sepasang kaki berhenti tepat di depanmu, berjongkok dan sebuah tangan terulur padamu.

“Neon gawenchana?”

Dari sudut matamu kau dapat melihat.

Sosoknya…

Dirinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s