My Boyfriend is Beautiful – Part VIII

Mian ,klw author kelamaan ngupdate’a,ini juga author nyolong kesempatan d sela2 Ujian Akhir Semester ( ⌣ ́_ ⌣ ̀). Sebener’a author rada males buat ngelanjutin fic ini karna ‘MINIMNYA’ komentar buat fic ini. Tapi karna ada readers yang baik hati,tidak sombong, rajin menabung,pandai berhitung *oke ini berlebihan* tpi gpp,author mw berterima kasih buat komentar’a. Ternyata masih ada yang nngguin fic SUPER GAJE ini,​​​​​‎​°◦;)◦°нε̃̃.‧::‧нε̃̃.‧::‧нε̃̃°◦;)◦° . Oke dari pada banyak cincong ntar jadi melancong ke hongkong mendingan baca aja deh*readers: buruan lanjutin. Author : ne..ne..미 안 해  *

Cerita sebelumnya:

“Mianhae omma. Tapi aku benar-benar tak ingin menemuinya”,ujar Shin Hye tanpa memandang ommanya.

“Ahjuma yakin,apapun yang kau lakukan pada Shin Hye pasti bukan tanpa alasan yang jelas. Ahjuma tahu kalau kau adalah orang yang baik Sukkie-ya.Ahjuma yakin itu”,

“Didalam kantung ini ada pakaianmu. Kau bisa mengganti pakaianmu sekarang. Aku sudah memastikan kalau tidak ada orang ditoilet ini,jadi cepat masuk dan ganti pakaianmu”,Suruh Hyun Joong sambil menyerahkan sebuah paper bag berwarna hitam  pada Geun Seuk.

My Boyfriend is Beautiful – Part VIII

Setelah mengganti pakaiannya didalam toilet, Geun Seuk langsung keluar menemui Hyun Joong yang tengah menunggunya didepan toilet.

“Sebenarnya aku lebih suka kalau kau berpenampilan sebagai Sukkie daripada sebagai diri asli mu Geun Seuk-ah”,ujar Hyun Joong begitu Geun Seuk menhampirinya.

“Kenapa? Apa kau juga jatuh cinta pada sosok Sukkie? Ayolah Hyun Joong,kau tahu kan kalau aku hanya mencintai sepupumu yang cantik itu. Aku tidak ingin ada pertengkaran antar saudara untuk memperebutkanku”,

“Yak,aku ini juga masih normal tahu. Lagipula Hyo Ri noona 10 kali lipat lebih cantik dari kau tahu”,seru Hyun Joong kesal,sedangkan Geun Seuk hanya bisa terkikik geli mendengar kata-kata Hyun Joong. Sedangkan pandangan orang-orang sekitar menjadi aneh ketika Hyun Joong dengan tidak elitnya berteriak-teriak didepan toilet.

“Apa mereka berdua itu pasangan homo yang sedang bertengkar?”Cibir seorang ibu-ibu yang melintas dekat mereka.

“Kyaaa,ada pasangan yaoi. Cepat ambil foto mereka”,sedangkan ini adalah teriakan dari para fujoshi yang rata-rata adalah anak SMA yang entah kenapa bisa ada di bandara pada jam sekolah seperti ini.

“Lihat,mereka semua jadi memperhatikan kita gara-gara teriakan tidak jelasmu itu tahu”,ujar Geun Seuk sambil memukul bahu Hyun Joong dengan paper bag hitam berisi baju wanita yang tadi dikenakannya.

“Aish,ini juga salahmu. Kalau kau tidak mengatakan yang macam-macam aku juga tidak mungkin berteriak-teriak seperti tadi bodoh”,Hyun Joong tampak membalas perbuatan Geun Seuk dengan memukulnya menggunakan jaket kulit uang tadi disampirkan dibahunya.

“Kyaa,mereka sedang bertengkar,romantis sekali (?)”,teriak fujoshi itu lagi.

“Sudahlah,sebaiknya kau cepat masuk pesawat. Ini tiket dan passport mu,kau bisa hubungi aku kalau terjadi sesuatu disana”,

“Baiklah,aku akan menghubungi saat aku sampai. Terima kasih untuk bantuannya hyung. Aku akan berusaha untuk mendapatkan informasi yang bisa menguak kebenarannya. Dan kalau dugaanku tepat,aku tidak janji apa kau akan tetap mengungkap hal ini atau tidak”,lalu tanpa berkata lebih banyak lagi Geun Seuk sudah berlalu sambil menarik koper coklat miliknya.

‘Apa maksud kata-katanya barusan?’,pikir Hyun Joong bingung.

“Jang Geun Seuk,selamat datang kembali di Jepang”,ujarnya pada dirinya sendiri saat baru tiba di bandara Internasional Jepang.

Mungkin readers sekalian bingung kenapa Geun Seuk bilang selamat datang kembali. Oke akan author jelaskan kronologisnya.

Flashback On

Ayah Jang Geun Seuk adalah  seorang pengusaha yang tengah naik daun saat itu. Jang Woo Young*jangan cekek author gara2 make Woo Young,author dah kehabisan ide soalnya* dan istrinya Suzy.

Jang Woo Young merupakan pengusaha muda yang merintis karirnya dari nol. Sebenarnya Woo Young bukanlah orang biasa yang membuatnya harus merintis karir dari nol. Tapi karena pernikahannya dengan sang istri – Suzy – yang membuatnya harus merintis karirnya dari nol.

Woo Young yang adalah pewaris tunggal dari Jang Corporate tentu tidak perlu bersusah payah membangun karirnya. Namun ketika ia bertemu dengan Suzy yang saat itu hanyalah seorang pelayan restoran biasalah yang mengubah hidupnya. Woo Young jatuh cinta pada Suzzy begitu pula sebaliknya. Awalnya hubungan mereka lancar-lancar saja sebelum diketahui oleh Mr. Jang appanya Woo Young. Begitu mengetahui kalau anaknya menjalin cinta dengan seorang pelayan restoran Mr. Jang menjadi geram. Ia memutuskan untuk menjodohkan Woo Young dengan anak dari salah satu rekan bisnisnya – Goo Hara. Namun begitu mengetahui rencana appanya Woo Young langsung menolak mentah-mentah rencana apanya itu. Apalagi hubungan antara dirinya dan Hara hanya sebatas ‘kakak-adik’ biasa,karena mereka memang mengenal sejak kecil. Tapi ternyata Mr. Jang tidak kenal putus asa dengan usaha perjodohan anaknya itu. Ia pun mengancam akan menghancurkan hidup Suzy bila anaknya tidak menuruti keinginannya. Tapi Woo Young ternyata tetap tidak mau melakukan perjodohan konyol itu. Di samping karna hubungan ‘kakak-adik’ antara dirinya dan Hara,Woo Young juga mengetahui kalau Hara juga sudah mempunyai seorang kekasih yang amat di cintainya – Song Jong Ki. Namun kisah mereka berdua tak jauh berbeda dengan Woo Young,ditentang keras oleh orang tua Hara karena perbedaan status sosial.

Dibantu oleh Hara dan temannya yang lain Woo Young pun kabur ke Jepang bersama Suzy saat ia pergi untuk berkencan dengan Hara. Ayahnya tidak menaruh curiga sama sekali saat Woo Young mengatakan kalau ia akan mengajak Hara untuk pergi berkencan. Berita kepergian Woo Young pun langsung membuat Mr. Jang murka. Hanya karena alasan membuat malu nama besar keluarga,Mr. Jang pun mencoret nama Woo Young dari daftar ahli warisnya. Ia pun sama sekali tidak berniat mencari Woo Young sekali pun. Andai Mrs. Jang masih hidup,kejadian ini mungkin tidak akan pernah terjadi.

Setelah dua tahun merantau di Jepang. Woo Young yang saat itu sudah memulai membangun bisnisnya pun memberanikan diri untuk menikahi Suzy. Ya,walaupun sudah dua tahun melarikan diri ke Jepang mereka memang sama sekali belum terikat secara resmi dikarenakan Woo Young yang tidak ingin nantinya istri dan anaknya terlantar lantaran pekerjaannya yang belum mapan saat itu.

Tepat pada hari valentine saat itu mereka berdua mengikat janji suci di sebuah Gereja kecil di pinggir kota. Nampak yang hadir dalam pernikahan itu hanyalah beberapa teman dekat mereka di Jepang,dan di antara para undangan juga nampak hadir Goo Hara dan Song Jong Ki ditambah seorang jagoan kecil yang duduk dipangkuan Jong Ki. Hara dan Jong Ki menikah beberapa bulan setelah Woo Young melarikan diri ke Jepang. Tidak seperti Woo Young yang sampai saat ini belum di restui sang ayah. Pernikahan Hara ternyata mendapat restu dari kedua orang tua Hara karena Jong Ki rela mendonorkan satu ginjalnya untuk Mrs. Goo yang saat itu tengah kritis. Kedua orangtua Hara yang melihat kebaikan hati Jong Ki pun akhirnya merelakan Hara menikah dengan Jong Ki.

“Woo Young oppa, Suzy eonie,selamat ya. Semoga kalian cepat di beri anak,untuk jadi temen Seung Hyun”,ujar Hara saat memberi selamat pada kedua pengantin yang tengah berbahagia itu.Jong Ki hanya tersenyum disamping istrinya yang bertubuh mungil itu.”Ne,akan kuusahakan Hara-ya”,jawab Woo Young sambil melempar senyum jahil pada istrinya dan di balas cubitan kecil di pinggangnya oleh Suzy.

Setahun kemudian dirumah keluarga kecil Woo Young dan Suzy sudah teerdengar suara tangis seorang bayi tampan yang baru lahir 2 bulan yang lalu yang dinamai Jang Geun Seuk. Kebahagian terus menyelimuti keluarga kecil ini.

Sampai suatu hari ketika Woo Young akan merayakan ulang tahun pernikahannya dengan Suzy,ia mengalami kecelakaan yang sangat parah yang merenggut nyawanya. Woo Young meninggal di saat usia pernikahannya menginjak usia 14 tahun,ketika itu Geun Seuk baru berumur 13 tahun. Suzy sangat terpukul dengan kepergian Woo Young yang begitu tiba-tiba,padahal rencananya Suzy akan memberitahukan tentang kehamilannya pada Woo Young saat merayakan ulang tahun pernikahannya.

Semenjak kepergian Woo Young,Suzy tampak lebih kurus. Ia memang telah merelakan kepergian sang suami tercinta tapi karena kehamilannya,ia menjadi susah makan. Setiap makanan yang masuk ke mulutnya pasti tidak akan bertahan lama. Karena ia pasti akan langsung berlari ke kamar mandi dan mengeluarkan semua isi perutnya.

Geun Seuk pun selalu setia mendampingi sang ibu di tengah kehamilannya. Ia sudah berjanji setelah kepergian appanya,bahwa ia akan selalu menjaga dan melindungi ibu dan adik yang akan lahir ke dunia.

Delapan bulan kemudian Suzy pun melahirkan seorang bayi perempuan yang diberinya nama Jang Nara. Suzy dan Geun Seuk sangat menyayangi anggota baru keluarganya ini. Tapi ternyata kebahagian mereka tidak berlangsung lama karena Mr. Jang yang mengetahui anaknya telah meninggal pun berniat mengambil kedua cucunya. Namun Suzy bersikukuh untuk tidak menyerahkan kedua anaknya pada sang mertua.

Sudah 5 tahun Suzy dan kedua anaknya bersembunyi dari kejaran sang mertua yang menginginkan kedua anaknya. Namun Tuhan punya kehendak lain. Sudah lebih dari sebulan Suzzy selalu merasakan sakit di bagian dadanya sebelah kiri. Saat memeriksakan diri ke rumah sakit,ternyata Suzy menderita penyakit jantung yang sudah memasuki stadium 2. Suzy pun terus menyembunyikan penyakitnya dari kedua anaknya. Suzy pun kemudian memutuskan untuk menyerahkan kedua anaknya pada Mr. Jang. Suzy menghubungi sekertaris Mr. Jang dan membuat janji untuk bertemu dengannya. Saat bertemu dengan Mr. Jang, Suzy memohon padanya untuk menjaga kedua anaknya dengan baik. Dia pun memberikan alasan kalau ia tidak sanggup untuk membiayai kebutuhan anaknya hingga besar. Mr. Jang sangat senang dengan keputusan Suzy. Dua hari kemudian,kedua cucunya itu pun telah berada di kediaman keluarga Jang yang ada di Jepang. Awalnya Geun Seuk tidak mau tinggal bersama dengan sang kakek. Namun setelah di paksa oleh sang ibu akhirnya ia pun menyetujui permintaan ibunya itu. Sang kakek pun tak pernah melarang Geun Seuk dan adiknya untuk bertemu dengan sang ibu. Awalnya mereka selalu bertemu di akhir pekan,namun sudah sudah sebulan lebih Geun Seuk dan adiknya tidak dapat menemui ibunya. Ibunya seakan hilang ditelan bumi. Ia pun meminta kakeknya untuk mencari keberadaan ibunya,dan pencarian itupun berakhir dengan berita menyedihkan bahwa sang ibu ternyata telah meninggal dunia tepat saat ulang tahun pernikahannya yang ke 20. Tepat setelah 6 tahun meninggalnya sang ayah. Geun Seuk dan Nara pun sangat terpukul dengan berita meninggalnya sang ibu. Geun Seuk selalu berpikir kalau sang kakeklah yang sengaja memisahkan mereka berdua dengan ibunya. Nara yang masih berumur 5 tahun sangat tertekan semenjak mendengar berita kepergian ibunya. Ia menjadi sering sakit-sakitan. Dan betapa mengejutkan ketika Nara di vonis memderita penyakit yang sama dengan sang ibu. Geun Seuk yang mendengar hal itu pun memohon pada sang dokter agar ia di perbolehkan mendonorkan jantungnya pada sang adik. Namun sang kakek melarangnya dengan keras,karena Geun Seuk adalah pewaris tunggal yang akan mewarisi semua kekayaan keluarga Jang. Sang kakek berjanji kalau ia akan mencari donor jantung yang cocok untuk sang adik.

Namun sehari sebelum operasi pendonoran jantung untuk Nara. Geun Seuk harus rela kehilangan adiknya yang meninggal karena kecelakaan. Nara mengalami kecelakaan saat mengejar Geun Seuk yang ia kira akan pergi meninggalkannya. Nara mendengar pembicaraan antar Geun Seuk dan kakeknya yang mengatakan bahwa akan memindahkannya ke Korea setelah operasi Nara selesai.

Geun Seuk merasa dirinya adalah penyebab meninggalnya sang adik. Nara meninggal karena tertabrak mobil saat hendak menyeberang. Gadis kecil ini tidak melihat lampu lalu lintas yang telah berubah berwarna hijau saat itu. Yang ada dipikirannya saat itu hanyalah bagaimana caranya agar dapat mengejar kakaknya saat itu.

Geun Seuk mengalami depresi berat sepeninggalan adiknya itu. Ia mengalami hilang ingatan sementara. Ia sama sekali tidak mengingat siapa-siapa saat itu. Dokter mengatakan kalau Geun Seuk mengalami trauma yang cukup parah yang mengakibatkan dirinya tidak bisa mengingat hal-hal yang menyedihkan.

Sang kakek langsung mengambil langkah untuk membawa Geun Seuk kembali ke Seoul. Selain untuk menyembuhkan depresi sang cucu, sang kakek juga berniat memisahkan sang cucu dengan kekasihnya saat itu- UEE. Sang kakek sebenarnya tidak mempermasahkan hubungan antara cucunya dengan wanita yang berasal dari keluarga biasa itu. Namun penyebab sebenarnya meninggalnya cucu perempuannya adalah karena Geun Seuk saat itu pergi untuk menemui UEE. Kakeknya mulai tidak menyukai UEE saat melihatnya tengah bergandengan mesra dengan pria lain. Mr. Jang pun mengerti bahwa UEE hanya memanfaatkan sang cucu. Karena itu Mr. Jang memutuskan untuk pindah ke Korea setelah operasi Nara selesai. Namun naas ternyata takdir berbicara lain. Kini mereka hanya bisa kembali ke Korea tanpa kehadiran gadis cilik itu di tengah mereka.

Setahun di Seoul, Geun Seuk mengalami perubahan yang cukup baik. Ia sudah bisa mengingat sang kakek,dan peristiwa buruk yang telah menimpanya. Walaupun ia sama sekali tidak mengingat sang kekasih saat itu*poor UEE*. Ia kini nampak sudah bisa menerima kematian adik dan ibunya. Ia juga selalu menyibukkan diri dengan tugas-tugas kuliahnya di jurusan Jurnalistik. Awalnya sang kakek tidak menyetujui perpindahan jurusan ini. Karena saat di Jepang Geun Seuk mengambil jurusan bisnis. Namun karena sang cucu terus memaksa,akhirnya Mr. Jang pun menyetujuinya tapi dengan satu syarat, bahwa ia akan tetap menjalankan Jang corparate saat Mr. Jang membutuhkannya.

Lulus dari kuliahnya Geun Seuk bekerja di salah satu majalah terkenal di Seoul AN Jell Magazine yang di kelola Hyun Joong. Mr. Jang pun mengijinkan asalkan Geun Seuk tetap ingat akan janjinya. Tak lama setelah sang cucu bekerja sebagai seorang wartawan, Mr. Jang pun memutuskan untuk tinggal di Jepang dengan alasan agar ia bisa dekat dengan makam anaknya – Woo Young – di Jepang. Mr. Jang masih merasa bersalah dengan kepergian sang anak hingga membebaskan cucunya untuk melakukan apa yang disukainya karena ia takut kehilangan lagi anggota keluarganya akibat keegoisannya.

Dan selama ini Geun Seuk pun tidak pernah menceritakan siapa dirinya sebenarnya kepada siapapun. Karena ia tidak mau orang menghormatinya karena ia adalah pewaris tunggal keluarga Jang. Ia ingin orang menghormati dirinya karena hasil kerja kerasnya bukan karena bayang-bayang sang kakek. Makanya ia lebih memilih tinggal di apartemen sederhana daripada tinggal di rumah keluarga Jang.

Namun sekarang setelah semua masalah yang terjadi, entah apa yang akan dilakukan Geun Seuk hingga ia kembali ke Jepang.

Flashback Off

“Selamat datang kembali Tuan Muda”,semua pelayan nampak menyambut kedatangan sang tuan muda – Geun Seuk – saat memasuki kediaman keluarga Jang.

“Silahkan Tuan Muda, Tuan Besar sudah menunggu anda di halaman belakang. Beliau sedang bermain golf sekarang”,ujar seorang ahjussi berusia kira-kira 40 tahunan yang sepertinya adalah sekertaris pribadi Mr. Jang.

“Terima kasih, Lee ahjussi. Dan bisakah kau sediakan aku mobil, aku mau berkeliling Tokyo sebentar setelah ini”,pintanya sopan.

“Baik Tuan Muda. Apa ada ingin ditemani oleh beberapa bodyguard?”,tanya Lee ahjussi yang tengah berjalan dibelakang tuan mudanya.

Geun Seuk menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya melihat Lee ahjussi.”Tidak perlu. Dan jangan coba-coba mengikutiku dari belakang”,ujar Geun Seuk sambil tersenyum manis dan melanjutkan langkahnya menuju halaman belakang untuk menemui kakeknya.

“Tuan Besar, Tuan Muda sudah datang”,kata seorang wanita yang mengenakan kemeja putih yang dilapisi blazer berwarna hitam dengan rok selutut berwarna senada.

TAK

“Penglihatan haraboji sepertinya sudah sangat menurun”,komentar seseorang dibelakang Mr. Jang saat melihat bola golf yang malah melambung jauh dari lubang *mian author kaga tw ttg golf soalnya* sasarannya.

“Hahaha….”, Mr. Jang tertawa kecil mendengar komentar itu,”Kau sudah melihat sendiri kan kondisi ku sekarang ini. Aku sudah semakin tua sekarang. Hah…..”,ia menghela nafas terlebih dahulu sebelum melanjutkan kata-katanya lagi,”Aku harap kembalinya kau kesini karena kau akan mengambil alih posisi haraboji. Geun Seuk-ah,kau adalah harapanku satu-satunya sekarang.” Mata Mr. Jang benar-benar memancarkan harapan kalau sang cucu mau menerima posisi yang telah disiapkannya sejak lama.

“Haraboji…..”,Geun Seuk menatap tepat dimata sang kakek yang mulai terlihat sayu di usianya yang mulai senja ini. Selalu pancaran mata ini yang terlihat dari mata sang kakek. Pancaran rasa bersalah setiap melihatnya,”Aku sudah memutuskan akan mengambil alih posisimu. Tapi masih ada beberapa hal yang ingin kuselesaikan. Aku hanya perlu beberapa hari untuk menyelesaikan masalah ini. Setelah itu aku akan menepati semua janjiku pada Haraboji. Aku akan meneruskan perusahaan sesuai keinginan Haraboji”,ujarnya penuh keyakinan.

Mr. Jang pun berjalan kearah Geun Seuk lalu memeluknya bangga.

“Terima kasih….terima kasih…aku tahu kau akan menepati janjimu. Kedua orang tuamu dan juga adikmu pasti bangga sekali mempunyai anak dan kakak sepertimu. Seperti aku yang bangga punya cucu sepertimu”, Mr. Jang nampak menitikan airmatanya.

Geun Seuk yang tadinya ragu untuk memeluk sang kakekpun sekarang terlihat membalas pelukan kakeknya itu. Kedua matanya nampak berkaca-kaca. Ia tidak tahu kalau kakeknya itu sangat mengharapkan ia untuk meneruskan jabatan di perusahaan keluarga Jang. Harusnya ia tidak pernah membuat kakeknya menunggu sampai seperti ini. Tapi ini lebih baik,daripada ia tidak sama sekali  memenuhi janji pada kakeknya.

Para pelayan yang menyaksikan hal itupun nampak larut dalam suasana yang mengharukan ini. Terutama para pelayan yang telah lama melayani Mr. Jang. Beliau yang dulu sangat suka memaksakan kehendaknya pada siapapun,kini telah berubah semenjak kepergian anaknya. Woo Young. Ia telah mendapat suatu pelajaran  bahwa sesuatu yang dipaksakan tidak akan pernah membawa kebahagiaan. Karena itu ia membebaskan cucunya untuk memilih. Bahkan alasan sebenarnya ia pindah ke Jepang karena ia tidak ingin terlalu memaksakan kehendaknya pada sang cucu. Ia ingin cucunya memutuskan sendiri, hal apa yang terbaik untuk hidupnya.

Tak lama kemudian Geun Seuk pun pamit untuk segera menyelesaikan masalahnya. Ia kemudian mengendarai sebuah mobil sport keluaran terbaru yang sengaja dipesankan sang kakek sebagai hadiah selamat datang untuknya*author mau donk nemenin#BLETAK#*

Ia pun kini telah sampai di sebuah perguruan tinggi ternama di Tokyo. Entah alasan apa yang membawanya kemari. Tapi satu hal yang pasti ia sempat bergumam,”Pasti akan kutemukan jawabannya disini”,ujarnya yakin sambil melangkah pasti kedalam Loby Universitas ini.

Fiuh,akhirnya chap ini kelar juga. Mian kalo ‘agak’ lama updatenya. Dan maaf juga kalo ceritanya jadi ‘agak’ berat dikit dan terkesan sinetron banget(mudah-mudahan ga). Mian,kalo kependekan ceritanya. author ngetiknya di hape jadi gtw kalo ceitanya ternyata pendek.terlebih lagi disni ga ada cerita tentang SeukHye,soalnya author mau fokusin cerita soal masa lalunya Geun Seuk dulu.  Dan kalo ada salah-salah pengetikan harap dimaklumin ya, hehehehe ^_^.

Oke,author cuma bisa minta komment dari readers sekalian. Sekali lagi  author cuma bisa bilang, ​​​°•·♥·♡ τнäиκ чöü ♥·♡·•°.

My Boyfriend is Beautiful – Part IX

My Boyfriend is Beautiful – Part VII

4 thoughts on “My Boyfriend is Beautiful – Part VIII

  1. hehehe….author thanks for update, oh jadi geun seuk pewaris tunggal kekayaan kakeknya, oh dia di jepang sekarang, bagaimana bisa ketemu shin hye lagi nanti, ah…bagus, lanjutkan !!

  2. Ping-balik: My Boyfriend is Beautiful – Part IX | Love Fanfiction

  3. Ping-balik: My Boyfriend is Beautiful – Part VII | Love Fanfiction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s