My Boyfriend is Beautiful – Part IX

Mian kw updatenya kelamaan,tugas kuliah author semester kemaren makin menggunung, jadi g bisa update cepet.

Kalo ada tanda @@@@@@@@ berarti itu pindah lokasi ya,biar readers ga bingung. Author juga mau benerin nama anaknya Go Hara sma Song Jong Ki,bukan Song Seung Hyun tapi Song Seung Heun. Ok.maaf atas ketidaknyamanannya.

Oia,tolong bayangin gaya rambut Jang Geun Seuk disini kaya  dia di Baby and Me. Soalnya disitu dia keren ABIIIIIIISSSSS.

My Boyfriend is Beautiful – Part IX

Seorang pemuda tampan berusia sekitar 23 tahun tengah melangkah pasti kedalam lobby sebuah Universitas ternama di Jepang – Tokyo University*ada kaga ney kampus?author ngasal soal’a*. Tapi langkahnya kemudian terhenti karena seorang petugas keamanan yang menghentikannya.

“Maaf,anda tidak bisa masuk tanpa tanda pengenal”,katanya sopan.

“Apa maksudmu?”,tanyanya bingung karena dulu saat dia tidak pernah menunjukkan tanda pengenal *inget khan klw Geun Seuk pernah kuliah bentar di Jepang?*.

“Maaf,tapi anda harus melakukan seperti orang-orang itu”,kata petugas itu sambil menunjuk kepada beberapa mahasiswa yang baru masuk yang sedang memperliahtkan tanda pengenalnya pada sebuah alat scanner yang terletak tak jauh dari pintu masuk. Ternyata saat tadi Geun Seuk masuk, ia tidak memperhatikan bahwa alat scanner itu berbunyi saat ia melewatinya.

“Maaf kalau begitu. Saya tidak tahu kalau ada peraturan seperti itu sekarang. Begini,saya datang kesini untuk bertemu dengan Tuan Shiroyama. Jadi bisakah sekarang saya langsung bertemu dengan tuan Shiroyama?”,jelas Geun Seuk sambil tersenyum ramah pada petugas tersebut.

“Maaf tuan,tapi jika anda ingin bertemu dengan tuan Shiroyama,anda harus membuat janji terlebih dahulu”,ujar petugas itu sopan.

Geun Seuk yang mendengar penuturan petugas itupun hanya bisa menghela nafas. Ia kemudian mengambil ponsel di saku celananya dan menekan beberapa angka di ponsel touchscreennya itu. Kemudian ia mendekatkan benda tipis itu  ketelinga sebelah kanannya. Tak lama kemudian,sebuah suara terdengar menjawab panggilannya.

“Lee ahjussi,aku sedang ada sedikit  masalah disini. Aku sekarang ada di Universitas lamaku. Dan aku ingin bertemu dengan tuan Shiroyama. Tapi seorang petugas mengatakan kalau aku harus membuat janji terlebih dahulu dengan tuan Shiroyama. Jadi bisakah kau membuatkanku janji untuk bertemu dengannya sekarang?”,

“…..”,

“Baiklah,gamsahamnida ahjussi”,

@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Sukkie,mianhae. Aku tidak bermaksud untuk tidak menemuimu. Tapi aku tidak tahu,kenapa hatiku sangat sakit saat tahu kalau kau akan pergi. Sakitnya sama seperti saat aku menunggu saat-saat untuk bertemu dengan Geun Seuk oppa dulu. Apa karena kalian mirip? Sukkie-ya mianhae”,Shin Hye terus menggumamkan hal itu sejak kepergian Geun Seuk pagi tadi. Ia masih setia bergelung dibawah selimutnya yang hangat.  Nyonya Park yang mendengar kata-kata putrinya hanya bisa berharap kalau putrinya ini akan kembali bangkit lagi. Ia benar-benar tidak pernah melihat anaknya seterpuruk ini. Bahkan saat memutuskan hubungannya dengan Yong Hwa saat itupun Shin Hye malah selalu tersenyum. Entah Shin Hye yang terlalu pintar menyembunyikan kesedihannya atau alasan lain, nyonya Park tidak tahu itu. Yang pasti nyonya Park ikut sedih melihat anaknya seperti sekarang.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Aku sudah buat janji kan? Sekarang, apa aku sudah bisa bertemu dengan tuan Shiroyama?”,Geun Seuk tampak mulai jengah dengan petugas yang ada dihadapannya. Terlihat dari wajahnya yang terlihat kesal karena ‘penahanan’ yang diterimanya.

“Baiklah,tapi bagaimana jika anda menunggu sebentar lagi saya akan….”,petugas itu tak melanjutkan kata-katanya saat seseorang memotongnya.

“Tuan muda Jang,maafkan karena kekurang sopanan petugas ini. Dia adalah petugas keamanan yang baru,jadi dia belum tahu siapa anda. Saya benar-benar minta maaf”,ujar seorang pria berusia 50an sambil menundukkan badannya pada Geun Seuk.

Petugas itupun mengikuti sang atasan membungkukkan badannya. Ia nampaknya bisa mengetahui kalau ternyata orang yang tengah dihalanginya untuk menemui sang atasan adalah orang penting. Iapun ikut meminta maaf pada Geun Seuk.

“Maafkan ketidaksopanan saya Tuan Jang”,ucap petugas itu.

“Sudahlah,tidak apa-apa. Lagipula sepertinya aku yang terlalu lama tidak berkunjung kesini,jadi wajar kalau para karyawan baru disini tidak mengenaliku. Tuan Shiroyama bisakah kita bicara diruanganmu?”,Geun Seuk menatap lelaki tua yang dipanggilnya Shiroyama itu.

“Tentu Tuan Muda,silahkan lewat sini. Dan kau”,tunjuknya pada petugas tadi.”Cepat bilang terima kasih pada Tuan Muda”,ujarnya tegas.

“Tuan Muda Arigatou Gozaimasu. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi”,ujar petugas itu.

Geun Seuk hanya menganggukan kepalanya sekilas lalu beranjak meninggalkan lobby menuju ruangan Tuan Shiroyama yang sudah tak asing lagi baginya.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

TING TONG

“Ne,chamkanman”,seru nyonya Park pada seseorang yang tadi menekan bel rumahnya itu.

CEKLEK

Nyonya Park nampak terkejut melihat  sang tamu yang berdiri tegak didepannya ini.

“Selamat siang bibi,lama tak bertemu. Apa kabar?”,pemuda yang berdiri didepan nyonya Park itu tersenyum ramah pada sang tuan rumah.

“Yo..Yong Hwa… Maaf aku agak sedikit terkejut dengan kedatanganmu kemari. Ada apa kau datang kesini?”,tanya nyonya Park,ia nampak tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Pasalnya setelah putus dengan Shin Hye,Yong Hwa tidak pernah lagi berkunjung kerumah mantan kekasihnya itu.

“Hari ini Shin Hye tidak masuk sekolah. Dan kudengar kalau ia sedang sakit, karena itu aku berinisiatif untuk menjenguknya”,sambil menunjukkan keranjang buah yang ia bawa.

“Darimana kau tahu kalau Shin Hye sakit?”,tanya nyonya Park bingung.

“Apa Shin Hye tidak cerita pada bibi kalau aku sekarang bekerja sebagai guru di sekolahnya?”,Yong Hwa terlihat sedikit kecewa, karena setahunya Shin Hye selalu menceritakan semuanya pada sang omma. Sepertinya Shin Hye tidak  menganggap dirinya lagi.

“Ani, Shin Hye tidak bercerita apa-apa. Ya sudah,lebih baik kau masuk dulu”, nyonya Park berjalan mendahului Yong Hwa.

Setelah menutup pintu depan, Yong Hwa nampak melihat-lihat rumah yang telah lama tak mendapat kunjungan darinya itu.

“Sama sekali tak berubah”,gumamnya pelan. Ia pun melangkah menuju ruang tamu keluarga Park,yang berada tepat di tengah rumah sederhana itu. Dari ruang tamu ini, kita bisa melihat nyonya Park yang tengah membuat minuman didapur.  Ruang tamu yang berhadapan langsung dengan ruang makan yang juga dapat terlihat dari ruang tamu. Sedangkan persis di depan Yong Hwa saat ini, ada sebuah taman kecil yang berada di belakang rumah. Taman ini berbeda dengan taman yang ada didepan rumah. Karena taman ini benar-benar hanya ditumbuhi oleh rerumputan hijau tanpa ada sebuah tanaman disana. Taman ini terlihat sangat sejuk walaupun hanya ditumbuhi rerumputan, karena di tengah taman ini ada sebuah kolam kecil dengan air mancur ditengahnya. Biasanya bila penghuni rumah ini sedang ada masalh. Mereka akan pergi ketaman belakang ini dan duduk memperhatikan air mancur itu. Karena air mancur itu terlihat seperti kehidupan manusia. Saat diatas kita bisa terjatuh, namun tetap saja kita bisa kembali lagi keatas asal kita mau berusaha.

“Ehm…. Kau seperti tamu yang baru kali ini berkunjung saja.” Nyonya Park menaruh segelas cangkir teh hangat yang tadi dibuatnya didapur.

“Sepertinya begitu, awalnya saat masuk rumah ini aku merasa tidak ada yang berubah. Tapi sepertinya penilaianku salah”, ujar Yong Hwa sambil melirik beberapa figura foto yang tergantung di tembok sebelah kanannya. Ia masih ingat saat terakhir ia datang kerumah ini, ditembok itu masih terpasang fotonya berdua dengan Shin Hye. Namun ternyata foto itu sudah tidak terpasang disana. Nyonya Park yang mengetahui maksud dari perkataan Yong Hwa hanya bisa tersenyum lirih.

“Shin Hye langsung melepasnya setelah kejadian ‘itu'”,jelasnya Nyonya Park.

“Apa Shin Hye benar-benar mudah melupakaannya? Apa karena ia sudah punya seseorang yang lain?”,selidik Yong Hwa.

“Aniyo. Entah karena belum bisa melupakanmu atau karena ia tengah menunggu orang lain. Tapi yang pasti Shin Hye belum berpacaran lagi sampai saat ini”,ujar nyonya Park yang tengah menatap sebuah foto putrinya yang sedang tersenyum manis. Foto yang diambil didepan sebuah taman bermain. Nyonya Park tanpa sadar tersenyum sendiri saat melihatnya.

“Baguslah kalau begitu. Setidaknya ia belum mendapatkan pengganti ku sampai saat ini”,ucap Yong Hwa sambil menyunggingkan senyum manisnya.

“Kalau begitu kau tunggu disini dulu, Bibi akan melihat Shin Hye dulu. Nanti kalau dia setuju untuk menemuimu baru kau naik ke atas ya”,Nyonya Park kemudian berjalan menuju kamar anaknya yang berada dilantai 2.

Setelah sampai didepan pintu kamar putrinya. Nyonya Park mengetuk pelan kamar putri tunggalnya tersebut,kemudian membuka pintunya pelan karena yakin anaknya tidak akan menjawab ketukannya itu.

“Shin Hye-ya”,wanita berusia 40an itu berjalan mendekati ranjang sang anak,ia melihat Shin Hye tengah melamun sambil melihat kearah langit-langit kamarnya. Dadanya agak sakit saat melihat kondisi putrinya saat ini. Sebegitu sakit hatinyakah Shin Hye pada Sukkie sampai ia harus seperti ini?. Ia kemudian duduk disebuah kursi yang terletak disamping ranjang Shin Hye.

“Yong Hwa datang menjengukmu. Kau mau menemuinya?”,tanya nyonya Park sambil membelai sayang rambut hitam sebahu anaknya.

“Suruh saja dia pulang omma. Aku sedang tidak ingin menemui siapa pun saat ini”,jawab Shin Hye tanpa memandang wajah sang ibu.

“Shin Hye,omma tahu kalau kau masih sedih karena kepergian Sukkie. Tapi bukan begini caranya. Bagaimana kalau Sukkie melihatmu dalam keadaan seperti ini. Ia pasti akan sedih dan menyalahkan dirinya. Dengar Shin Hye,ia pergi bukan tanpa alasan yang jelas. Ia pergi untuk menemani temannya yang tengah sakit parah. Pikirkan semuanya baik-baik, kau juga harus memikirkan keadaan omma mu ini. Apa kau sudah tidak sayang lagi dengan omma?”,bulir-bulir airmata yang dari tadi ditahan Nyonya Park akhirnya tumpah juga. Ia tidak tahan dengan sikap putrinya yang seakan tak mempedulikannya.

Shin Hye nampak tersentak dengan perkataan ommanya. Ia lupa kalau ia masih mempunyai seseorang yang sangat menyayanginya dan selalu berada disisinya. Ia kemudian ikut menangis bersama sang ibu.

“Omma,mianhae. Aku terlalu bodoh. Aku tidak pernah memikirkan keadaan omma. Aku terlalu egois,karena tidak pernah memikirkan orang lain. Aku hanya memikirkan keadaan diriku sendiri. Mianhae omma…..”,sepasang ibu dan anak ini pun saling berpelukan.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Tuan Muda ini berkas yang tadi Tuan minta. Apa masih ada lagi yang bisa saya bantu?”,

“Aku ingin bertanya,apa kau tahu apakah ada sesuatu antara Tuan Bae Yong Jun dan Nyonya Kim Hee Sun?”, tanya Geun Seuk sambil memeriksa berkas-berkas mengenai kedua orang yang tadi disebutnya.

“Ehm,aku tidak bisa bercerita banyak. Tapi kau bisa bertanya kepada keponakanku, yang merupakan salah satu teman baik mereka saat kuliah dulu. Shiroyama Minami”,

“Baiklah berikan aku alamatnya kalau begitu”,Geun Seuk menutup berkas yang tadi diperiksanya.

“Anda tidak perlu bersusah payah tuan. Minami adalah salah seorang staff disini,jadi aku akan memanggilnya jika anda mau”,

“Panggilkan dia kalau begitu”,pinta atau suruh Geun Seuk.

“Baik Tuan”,

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Ada keperluan apa oppa datang?”,tanya Shin Hye. Akhirnya ia mau menemui Yong Hwa setelah dibujuk ommanya.

“Aku dengar kau sakit,makanya aku datang kemari. Apa kau sudah baikkan?”,tanya Yong Hwa khawatir.

“Seperti yang oppa lihat. Aku sudah tidak apa-apa. Besok pagi aku juga sudah akan kembali kesekolah. Jadi oppa tidak perlu khawatir”,ujar Shin Hye datar. Ia sama sekali tidak mau memandang wajah Yong Hwa yang duduk disebelah kanannya.

“Tidak bisakah kau bersikap lebih baik lagi padaku?”,Yong Hwa memandang Shin Hye penuh harap. Ia berharap kalau Shin Hye akan kembali bersikap manis padanya.

Shin Hye lalu membalikkan wajahnya melihat kearah Yong Hwa, namun masih dengan ekspresi datarnya.

“Kalau oppa ingin aku bersikap lebih baik padamu. Sebaiknya oppa jangan mengganggu kehidupanku lagi. Dan lebih baik oppa mencari wanita lain yang lebih pantas untukmu. Bukankah sudah kukatakan dengan jelas saat perpisahan kita waktu itu. Ataukah harus kuulangi lagi?”,tanya Shin Hye dingin.

“Apa kau masih mengharapkan pria bernama Jang Geun Seuk itu? Aku hanya ingin kau tahu satu hal. Orang yang paling kau harapkan itu, bisa menjadi orang yang paling tidak ingin kau temui. Aku harap dia tidak pernah menyembunyikan sesuatu darimu. Aku yakin kau akan menyesal saat kau tahu tentang kebenarannya”,setelah mengatakan hal itu Yong Hwa segera pergi dari kediaman Park meninggalkan Shin Hye yang terdiam setelah mendengar semua ucapan mantan kekasihnya itu.

“Shin Hye,gwenchana?”,seorang pria yang baru datang atau yang bisa kita sebut Kim Hyun Joong bingung dengan keadaan Shin Hye yang terlihat seperti sebuah manekin cantik diruang tamunya.

“Shin…….”,Hyun Joong baru saja akan menyebut nama sepupunya itu kembali nama ternyata Shin Hye sudah sadar dari masa ‘hibernasi’nya.

“Oppa?”,

“Neo gwencahana?”,tanya Hyun Joong sambil memeriksa keadaan gadis cantik yang ada dihadapannya ini.

“Gwenchana oppa”,jawabnya lemah. Sebenarnya ada hal yang ingin ditanyakan olehnya namun ia mengurungkan niatnya itu.

“Hyun Joong? Kapan kau datang? Dan dimana Yong Hwa?”,tanya nyonya Park bingung yang baru keluar dari kamarnya. Tadi ia memang sengaja meninggalkan Shin Hye berdua dengan Yong Hwa karena ia pikir kalau ada suatu hal pribadi yang ingin mereka bicarakan.

“Yong Hwa pulang saat aku datang kemari”,jelas Hyun Joong.

“Cepat sekali”,ujar nyonya Park kemudian melihat putrinya yang seperti tengah memikirkan sesuatu.

“Sayang,ada apa? Apa kau memikirkan sesuatu?”,tanya wanita cantik itu cemas.

“Eum tidak, o ya oppa. Bagaimana dengan Sukkie? Apa ia sudah mengabarkan sesuatu padamu?”,Shin Hye nampak mengalihkan pembicaraan.

“Ne,dia sampai di Jepang siang tadi. Ia mengatakan padaku untuk menyampaikan permintaan maafnya padamu. Apa kau masih marah padanya?”, tak lama setelah Geun Seuk tiba di bandara, ia memang langsung menghubungi Hyun Joong dan memintanya untuk melihat keadaan Shin Hye.

“Aku sudah tidak marah padanya. Lagipula harusnya aku yang minta maaf padanya. Karena keegoisanku ia pasti sangat merasa bersalah saat ini. Oppa,bisa aku minta nomor ponselnya di Jepang?”,Shin Hye nampak antusias untuk menghubungi Sukkie.

“Ne aku akan mengirim nomor ponsel beserta alamat emailnya agar kalian bisa bertukar kabar”,ujar Hyun Joong sambil mengacak rambut Shin Hye. Senyum tulus nampak terukir di wajah pemuda tampan itu. Ia sangat bahagia dapat melihat sepupu yang sudah ia anggap yeodongsaengnya sendiri itu sudah kembali seperti semula. Begitu pula nyonya Park yang ikut tersenyum melihat kedua orang yang ada didepannya ini.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Jadi maksud anda sewaktu kuliah dulu Tuan Bae dan Nyonya Park pernah menjadi sepasang kekasih?”,tanya Geun Seuk tanpa mengalihkan pandangannya dari wanita yang seumuran dengan nyonya Park. Shiroyama Minami.

“Hai,Hee Sun dan juga Yong Jun dulunya adalah sepasang kekasih. Tapi hubungan mereka tak berlangsung lama. Karena ayah Hee Sun tidak meyetujui hubungan keduanya. Saat itu Yong Jun bukanlah siapa-siapa. Ia hanyalah sekedar mahasiswa biasa yang bisa kuliah di Jepang karena bantuan beasiswa. Disamping itu juga ayah Hee Sun sudah menjodohkan Hee Sun dengan salah satu anak teman bisnisnya. Park Si Hoo. Hee Sun awalnya tidak setuju dengan pertunangan itu,tapi karena ia melihat ketulusan hati Si Hoo yang begitu mencintainya. Ia pun akhirnya mau menikah dengan Si Hoo.”

“Jadi begitu. Apa setelah menikah Hee Sun masih sering menemui Yong Jun?”,Geun Seuk menaikkan kaki kanannya keatas paha sebelah kirinya dan menyandarkan punggungnya dengan nyaman di sofa.

“Hee Sun dan Yong Jun tidak pernah bertemu lagi setelah Hee Sun menikah. Karena Yong Jun memutuskan untuk kembali ke Seoul tanpa menunggu kuliahnya selesai. Dan yang kudengar saat itu ia mencoba menjadi seorang aktor dan menjadi sukses sampai sekarang.  Sedangkan Hee Sun menunggu hingga kuliahnya tamat dan kembali ke Seoul. Semenjak itu, kami hanya berhubungan lewat email. Aku juga baru kembali bertemu dengan Hee Sun beberapa tahun yang lalu saat pemakaman suaminya. Tapi aku sama sekali tidak melihat Yong Jun disana. Aku pikir kalau Yong Jun akan datang. Namun sampai acara selesai ia sama sekali tidak muncul disana. Aku juga tidak berani bertanya apa-apa pada Hee Sun yang saat itu masih terpukul dengan kepergian suaminya yang begitu mendadak.” Jelas wanita keturunan Jepang itu panjang lebar.

“Apa masih ada yang ingin kau tanyakan lagi Tuan Muda?”,tanya wanita itu memastikan.

“Apa selama bertukar kabar denganmu Hee Sun bercerita tentang keluarganya? Maksudku bercerita tentang suami dan anaknya?”,Geun Seuk mengambil secangkir kopi yang sepertinya sudah mulai dingin dan meminumnya sedikit.

“Ya,dia selalu bercerita padaku. Ia bilang kalau suaminya sangat baik. Ia tidak pernah menyesal menikah dengannya dan ia juga bilang kalau ia sangat mencintai suaminya. Ia juga bilang kalau putri mereka sangat cantik. Dan mereka bertiga sangat bahagia. Itu yang selalu diucapkannya saat mengirimiku kabar. Apa masih ada lagi?”,

“Tidak kurasa sudah cukup. Kau bisa kembali ketempatmu. Dan ini sebagai ucapan terima kasihku”,katanya sambil menyodorkan sebuah amplop coklat berukuran 10×20 cm.

Wanita cantik itupun menolaknya secara halus.

“Asalkan anda tidak mengacaukan kehidupan sahabat-sahabat saya. Saya sudah menganggap kalau itu adalah ucapan terima kasih yang anda berikan untuk saya”,ujar wanita itu sopan lalu meninggalkan ruangan itu setelah memberi salam pada Geun Seuk dan juga pamannya.

“Terima kasih tuan Shiroyama. Aku sangat berterima kasih atas bantuan anda hari ini. Eum….”,Geun Seuk nampak ragu dengan kalimat yang akan diucapkannya.

“Aku masih berhutang banyak pada Tuan Besar. Kalau bukan karena kebaikannya sudah pasti aku tidak bisa berada disini. Jadi anda tidak perlu sungkan padaku Tuan Muda”,

“Terima kasih sekali lagi kalau begitu. Dan sebaiknya lain kali jangan memperlakukan aku seperti ini. Sejak pertama aku bertemu dengan anda aku sudah menganggap anda sebagai kakekku sendiri. Jadi anda juga jangan terlalu sungkan padaku. Bukankah aku juga pernah menjadi mahasiswa yang kau ajar? Baiklah kalau begitu. Aku pulang dulu,kakekku pasti sedang menungguku dirumah untuk makan malam. Anda juga harus pulang dan makan malam ….Jiisan?”,Geun Seuk tersenyum ramah dan berlalu dari ruang kerja dekan universitas itu.

“Tuan Jang,anda pasti sangat bangga memiliki cucu sebaik dirinya”,gumam tuan Shiroyama yang tengah tersenyum kearah pintu yang barusan dilewati Geun Seuk.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Omma,aku berangkat dulu ya”,seru Shin Hye yang berlari kecil meninggalkan kediaman keluarga Park.

Dear Sukkie, ^^

Sukkie,apa kabar? Harusnya kau masuk sekolah barumu hari ini bukan? Maaf kemarin aku terlalu egois hingga tidak mau mengantar kepergianmu. Kau masih menganggapku temanmu bukan? Oya,apa keadaanmu baik-baik saja? Aku berharap ia akan baik-baik saja. Kudoakan ia cepat sembuh agar aku bisa bertemu dengannya kalau aku punya kesempatan ke Jepang. Aku ingin bertemu dengannya. Karena aku juga ingin berteman dengan teman baikmu itu. Ah,dia pasti sangat cantik sekali bukan? Aku jadi tidak sabar untuk melihatnya. Eum,sepertinya hanya ini saja emailku untuk hari ini. Karena ternyata aku sudah ‘hampir’ terlambat. Sampaikan salamku padanya dan juga Geun Seuk oppa. Dan untukmu, JANGAN LUPAKAN KESEHATANMU.

Your Friend’s

 

 

Park Shin Hye ^^

 

Begitulah isi email yang barusan dikirim oleh Shin Hye pagi ini. Sebenarnya ia tidak perlu terlambat kalau saja ia tidak terus menerus menghapus surat elektronik yang akan dikirimnya itu. Entah mengapa Shin Hye nampak seperti akan mengirim email pada kekasihnya. Yang menyebabkan ia kehilangan kata-kata.

“Park Shin Hye kau terlambat 10 menit. Lari keliling lapangan sepuluh kali cepat”,perintah Young Saeng sonsaengnim yang saat itu bertugas menjaga piket.

“Ya,sonsaeng kau tidak boleh menghukum Shin Hye seberat itu. Apa kau tidak tahu dia baru saja sembuh dari sakitnya?”,seru seorang gadis cantik yang berdiri tak jauh dari guru yang tadi menghukum Shin Hye.

“Aish,kau tidak perlu seperti itu Hye Gyo-ya. Aku baik-baik saja. Lebih baik kau masuk kekelas. Pelajaran pertama itu Heechul sonsaeng. Kau bisa dimarahi kalau datang terlambat,cepat masuk”,Shin Hye mendorong punggung sahabatnya itu agar mau masuk kekelas.

“Shireo. Kita berdua sama-sama terlambat. Bagaimana bisa kau dihukum sedangkan aku tidak,hah? Dengar Young Saeng sonsaeng kalau kau ingin menghukum,hukum kami berdua”,seru Hye Gyo kesal. Sebenarnya ia tahu alasan kenapa Young Saeng sonsaeng tidak menghukumnya. Awalnya ia senang-senang saja. Tapi saat ia mendengar nama sahabatnya disuruh lari keliling lapangan amarahnya seketika memuncak begitu saja.

“Ti…tidak perlu..ka..kalian boleh masuk ke kelas sekarng juga. Aku ti..tidak ja…jadi menghukum kalian”,Young Saeng sepertinya perlu membuat satu catatan baru tentang sang pujaan hati. JANGAN MENGANGGU SAHABATKU.

Skip Time

“Shin Hye-ya,hari ini omma dan juga appa ku pergi ke Jeju untuk mengurusi salah satu proyek perusahaan kami. Kau mau tidak menemaniku dirumah sampai oppa ku pulang. Seung Heun oppa baru sampai di Seoul nanti malam. Kau mau kan?”,pinta Hye Gyo dengan mengeluarkan jurus puppy eyesnya saat bel pulang selesai berbunyi.

“Emm,aku akan minta ijin ommaku dulu”,Shin Hye merogoh saku roknya dan mengambil ponsel touch screennya.

Dilayar ponselnya nampak ada 1 buah pemberitahuan.

1 Mail

Dengan segera dibukanya email masuk itu.

Dear Shin Hye ^^,

Shin Hye jeongmal ghamsahamnida. Aku kira kau akan susah untuk memaafkanku. Aku sangat senang sekali saat menerima email darimu. Apa kau baik-baik saja? Bagaimana dengan kabar bibi Park? Kuharap kalian baik-baik saja. Bagaimana sekolahmu hari ini? Kurasa hanya sekian email ku hari ini. Aku sangat sibuk disini. Nanti aku kabari lagi.

 

With Love,

Jang Sukkie ^^

Shin Hye nampak tersenyum sendiri saat membaca email itu. Tapi anehnya Sukkie sama sekali tidak membahas tentang temannya yang sedang sakit itu. Mungkin Sukkie tidak ingin Shin Hye ikut sedih memikirkan keadaan temannya itu.

“Shin Hye,gwenchana? Kenapa kau tersenyum-senyum sendiri?”,Hye Gyo yang khawatir karena melihat Shin Hye tertawa sendiri pun menghampirinya.

“Gwenchana,aku tadi baru membaca email dari Sukkie. Sebentar ya aku telpon ommaku dulu”,Shin Hye pun menekan beberapa nomor ommanya di ponsel touchscreennya itu.

Tak lama kemudian Shin Hye  memutuskan sambungan teleponnya dan tersenyum pada Hye Gyo. Sepertinya ommanya mengijinkan ia untuk menemani Hye Gyo.

“Bagaimana? Bibi Park mengijinkan bukan?”,tanya Hye Gyo was-was.

“Ne,omma mengijinkanku. Karena ternyata ia juga harus rapat sampai nanti malam”,

Mereka berdua akhirnya berjalan pulang dengan riang. Tapi tak lama sebuah mobil sport berwarna silver menghadang jalan pulang mereka. Pemilik mobil itu menurunkan kaca jendelanya.

“Kalian butuh tumpangan?”,tanya orang itu yang ternyata adalah Yong Hwa.

“Wah…boleh ju…..”,ucapan Hye Gyo terpotong oleh Shin Hye

“Gamsahamnida sonsaeng. Tapi kami lebih baik naik taksi. Murid-murid yang lain akan mengira kami mempunyai hubungan yang istimewa dengan sonsaengnim jika kami pergi dengan sonsaengnim. Chosonghamnida sonsaengnim”,ujar Shin Hye membungkukkan badannya.

“Baiklah kalau begitu. Aku hanya berniat untuk membuatmu cepat sampai kerumah keluarga Song. Agar kau cepat mengetahui segala. Tapi terserah kalau begitu”,Yong Hwa kemudian menjalankan mobilnya dan meninggalkan dua siswinya itu.

“Shin Hye,apa maksud dari perkataan Yong Hwa sonsaeng tadi?”,tanya Hye Gyo sambil menatap Shin Hye bingung.

“Aku juga tidak mengerti. Sudahlah ayo cepat. Nanti kita ketinggalan bus”,Shin Hye berlari-lari kecil menuju halte bus yang tak jauh dari sekolah mereka.

“Yak,tadi kau bilang kita mau naik taksi?”,Hye Gyo ikut berlari mengejar Shin Hye.

“Hehehe,mianhae. Tadi aku hanya berbohong supaya Yong Hwa sonsaeng tidak jadi mengajak kita. Ah,itu busnya cepat…..”,Shin Hye menambah kecepatan larinya dan mengejar bus yang tengah berhenti didepan halte bus.

“Yak.tunggu aku….pak supir…jangan jalan dulu”,Hye berteriak-teriak mengejar sahabatnya yang sudah masuk kedalam bus.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Tuan muda, ini laporan penyelidikan yang anda minta semalam. Apa anda ingin saya bacakan?”,tanya Lee ahjussi pada Geun Seuk yang tengah mempelajari laporan perusahaan kakeknya.

Ya mulai tadi pagi Geun Seuk sudah memutuskan untuk mulai mempelajari perusahaan kakeknya. Geun Seuk termasuk orang yang cerdas,jadi tak sulit baginya untuk mempelajari bisnis kakeknya itu.

“Ya,tolong paman bacakan”,ujarnya tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang tengah dipelajarinya.

“Bae Yong Jun masih melajang hingga kini. Pernah diketahui berjalan dengan beberapa artis ternama saat masih muda. Namun tak satupun yang dijadikannya pasangan hidup. Saat ini ia tengah berkonsentrasi dalam pembuatan serial drama pertama yang diprosedurinya. Sedangkan untuk Kim Hee Sun janda dari Park Si Hoo seorang pengusaha yang lumayan sukses di Seoul. Suaminya meninggal karena sebuah kecelakaan lalu lintas yang dialaminya bersama istri dan juga putrinya. Ia kini melanjutkan bisnis yang ditinggalkan suaminya itu. Bae Yong Jun dan Kim Hee Sun diketahui tidak pernah bertemu lagi setelah pernikahan mendadakan yang dilakukan Kim Hee Sun saat ia masih kuliah dulu. Asisten pribadi Bae Yong Jun menyatakan kalau ia pernah bertemu dengan Kim Hee Sun untuk memberikan sebuket bunga lili pada Kim Hee Sun sebulan setelah kepergian Park Si Hoo. Setelah itu,ia juga pernah mengantar Bae Yong Jun untuk bertemu Kim Hee Sun dengan putrinya disebuah kafe sederhana yang bulan lalu sempat membuat heboh para penggemarnya. Tapi setelah itu Bae Yong Jun tak pernah menemui Kim Hee Sun kembali. Asistennya juga tidak pernah tahu alasan dari pertemuan itu. Namun menurut asisten pribadinya, Bae Yong Jun nampak sedih saat pertemuan terakhirnya dengan Kim Hee Sun. Hanya itu yang dapat saya bacakan tuan”,Lee ahjussi menutup dokumen yang tadi dibacanya.

Geun Seuk mengalihkan pandangannya sebentar dari laporan yang ada didepannya. Ia nampak berpikir sebentar,kemudian menatap sekertaris keluarganya itu.

“Tuan Muda,lusa anda dan Tuan Besar akan kembali ke Seoul untuk mengumumkan peresmian anda sebagai penerus keluarga Jang “,pria bermarga Lee itu nampak menunggu persetujuan dari sang tuan mudanya itu.

“Baiklah kalau begitu. Eum jam berapa konferensi persnya diadakan?”,Geun Seuk menutup dokumen yang dibacanya kemudian meminum sedikit kopi yang tadi disediakan pelayan untuk menemani kegiatannya.

“Kita akan berangkat pukul 08.00 pagi sedangkan konferensi persnya akan dilakukan pukul 19.00 di salah satu hotel terkemuka di Seoul. Hanya itu yang ingin saya sampaikan. Apakah anda masih membutuhkan sesuatu Tuan?”,

“Apa sebelum konfrensi pers aku mempunyai acara yang harus dihadiri?”,Geun Seuk menatap sekertaris keluarganya dengan pancaran mata yang seakan berkata tolong-katakan-kalau-aku-tidak-punya-jadwal.

“Anda tidak mempunyai jadwal apa-apa tuan. Jadwal kegiatan anda akan  dilaksanakan setelah anda resmi diumumkan menjadi penerus keluarga Jang”,jawaban dari Lee ahjussi ini sontak disambut dengan senyum gembira dari Geun Seuk.

“Kalau begitu kau bisa pergi sekarang ahjussi,gamsahamnida”,sang lawan bicara menganggukan kepalanya kemudian keluar meninggalkan ruangan kerja tuannya itu.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Masuklah,kau tunggu disini sebentar ya. Aku akan membuatkanmu minum. Kau mau minum apa?”,tanya Hye Gyo pada Shin Hye yang tengah merebahkan badannya disofa ruang tamu keluarga Song.

“Apa saja. Yang penting minuman dingin”,kata Shin Hye yang tengah memejamkan matanya.

Lalu Hye Gyo pergi meninggalkan Shin Hye sendirian diruang tamu sementara ia membuat minuman untuk sang sahabat di counter dapur rumahnya.

Shin Hye kemudian membuka matanya. Ia kemudian berjalan-jalan mengelilingi ruang tamu keluarga Song kemudian beralih keruang tengah yang merupakan ruang keluarga. Ia memang sudah cukup sering berkunjung ke rumah sahabatnya ini. Namun ia tak pernah menginjakkan kakinya keruang keluarga Song karena ia selalu bermain dikamar Hye Gyo. Ditengah ruangan itu nampak sebuah foto berukuran besar yang terpajang didinding ruangan itu. Nampak nyonya dan tuan Song yang tengah duduk di kursi sedangkan kedua anaknya Hye Gyo dan kakaknya Seung Heun yang berdiri disamping kedua orang tua mereka.

“Ternyata Seung Heun oppa sangat tampan ya”,puji Shin Hye saat Hye Gyo baru datang dari dapur membawa nampan yang berisi dua gelas cangkir minuman.

“Siapa dulu,oppaku”,ujar Hye Gyo bangga,”Dari dulu Seung Heun oppa memang sangat tampan. Apa kau mau lihat foto masa kecilnya?”,tawar Hye Gyo pada sahabatnya yang baru saja mendudukan dirinya di sofa yang berada diruang keluarga Song.

“Boleh saja kalau oppamu tidak melarangnya”,lalu ia mengambil gelas minuman yang ada dihadapannya dan langsung menghabiskannya.

“Tenang saja,oppa tidak akan marah padaku. Aku kan adik kesayangannya”,

Hye Gyo nampak mencari album foto keluarganya di lemari kaca yang berisi kumpulan album foto. Tak lama kemudian ia sudah duduk disamping Shin Hye dengan membawa beberapa album foto.

“Nah,coba lihat ini. Ini saat Seung Heun oppa baru lahir. Ia sangat tampan kan?”,tunjuk Hye Gyo pada sebuah foto yang menampakkan sepasang suami istri dengan seorang bayi yang tengah berada dalam dekapan hangat sang ibu.

“Nah yang ini foto Seung Heun oppa saat baru bisa berjalan. Senyumnya sangat manis bukan?”,kini sebuah foto yang menampilkan seorang batita yang tengah berdiri ditengah ibu dan ayahnya sambil menggenggam kedua tangan orangtuanya.

“Nah,kau lihat-lihat dulu yah. Aku mau lihat apa ada sesuatu yang bisa masak untuk makan siang”,yang hanya dijawab Shin Hye dengan anggukan kepala dan mengambil album yang disodorkan Hye Gyo padanya.

Shin Hye nampak membolak balikkan album foto yang ada ditangannya. Kemudian matanya terfokus pada sebuah foto yang menampakan dua orang anak laki-laki yang saling berangkulan sambil tersenyum manis. Anak laki-laki atau Seung Heun berdiri disebelah kiri membawa bola ditangan kanannya, sedangkan anak laki-laki disebelahnya tampak mengacungkan ibu jari tangan kirinya. Foto ini nampaknya diambil disebuah lapangan olahraga. Karena di belakang mereka nampak beberapa anak kecil seumuran mereka tengah bermain bola.

“Kenapa aku seperti mengenali wajah anak ini ya?”,tanya Shin Hye pada dirinya sendiri.

“Shin Hye-ya,sepertinya kita harus makan diluar”,ujar Hye Gyo yang baru datang dari dapur. Tapi karena merasa tidak didengarkan,ia menepuk punggung sahabatnya itu,”Ya,apa oppa ku sebegitu tampannya sampai kau terpesona seperti itu?”,ia lalu mengambil tempat disamping Shin Hye.

“Ah,mian…tadi kau bilang apa?”,tanya Shin Hye setelah sadar dari ‘aksi’ melamunnya.

“Sepertinya kita harus makan diluar,di kulkas ku tidak ada bahan makanan yang bisa kumasak”,Hye Gyo menatap sang lawan bicaranya menunggu persetujuan.

“Baiklah kalau begitu, tapi ngomong-ngomong, siapa anak disamping Seung Heun oppa ini?”,Shin Hye nampaknya tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.

“Yang mana?”,

“Ini,coba kau lihat”,Shin Hye kemudian meyodorkan album foto yang tadi dipegangnya dan menunjuk sebuah foto yang tadi dilihatnya.

“​​​‎​Oh ini, dia anak dari sahabat orang tuaku. Anak paman Woo Young. Namanya Jang Geun Seuk”,jelas Hye Gyo yang sontak mengejutkan Shin Hye.

“Geun Seuk? Maksudmu Geun Seuk oppanya Sukkie?”,tanya Shin Hye memastikan.

“Oppanya Sukkie? Maksudmu?”,Hye Gyo nampak kebingungan dengan pertanyaan temannya.

“Iya,oppanya Sukkie itu namanya Jang Geun Seuk. Tadi kau bilang kalau anak ini namanya Jang Geun Seuk. Apa kau tidak terlalu mengenal teman kakakmu ini?”,Shin Hye malah balik bertanya.

“Ehm,aku memang tidak terlalu mengenal Geun Seuk oppa. Kami bertemu saat usiaku masih kecil sekali. Lagipula dia itu tinggal di Jepang. Foto itu juga diambil ketika keluarga kami mengunjungi keluarganya di Jepang”,Hye Gyo berpikir sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya. “Tapi setahuku adiknya itu bukan Sukkie. Ia memang mempunyai seorang yeodongsaeng, tapi yeodongsaengnya itu meninggal saat usianya 5 tahun. Lagipula namanya itu kalau tidak salah Jang Nara,bukan Jang Sukkie”,Shin Hye sangat terkejut dengan penuturan sahabatnya itu.

Shin Hye POV

‘Adiknya sudah meninggal saat usianya 5 tahun? Aku tidak mengerti. Apa benar Geun Seuk yang ada didalam foto ini benar-benar Jang Geun Seuk yang kumaksud? Tunggu,bisa saja mereka mempunyai nama yang sama bukan? Kau harus memastikannya dulu Park Shin Hye’,pikirku dalam hati.

“Apa kau punya fotonya saat dewasa?”,tanyaku.

Hye Gyo menggelengkan kepalanya sambil mengerucutkan bibirnya. Salah satu kebiasaannya.

“Padahal menurut Seung Heun oppa,Geun Seuk oppa itu sangat tampan. Omma bahkan pernah bilang kalau aku tadinya mau dijodohkan dengannya. Namun ternyata keinginan omma tidak jadi terlaksana karena paman Woo Young meninggal sebelum omma sempat menyampaikan rencananya itu”,ceritanya panjang lebar yang hampir membuatku shock setengah mati.

‘Apa katanya? Hampir dijodohkan? Aigo,tenangkan pikiranmu Shin Hye, belum tentu orang yang dia maksud itu adalah Geun Seuk yang sama’,pikirku berusaha meyakinkan diriku sendiri.

“Hm, sudahlah. Bukankah itu sudah lama berlalu? Lagipula keluargaku sudah lama tidak mendapat kabar darinya. Yang terakhir kudengar ia sudah kembali pada kakeknya”,ceritanya lagi.

“Kembali pada kakeknya? Apa maksudmu?”,aku sangat penasaran dengan jalan hidup orang itu.

“Sebentar,bagaimana kalau ceritanya dilanjutkan setelah kita makan? Aku sudah lapar sekali Shin Hye-ya”,rajuknya sambil mengelus perut ratanya.

Sedangkan aku,aku hanya bisa memasang muka seperti ini (-_-“) .’Heuh,padahal tadi pagi dia bisa seperti preman memaki-maki seorang sonsaengnim. Tapi sekarang sifat manjanya sudah muncul lagi. Ckckck,dan akhirnya aku pun menuruti ajakan sahabatku ini. Kebetulan,aku juga sangat lapar. Hanya sedikit terlupakan saat mendengar cerita tentang orang yang bernama Jang Geun Seuk itu’.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Manager, anda mendapat undangan dari Tuan Besar Jang”,ujar seorang wanita cantik pada sang atasan yang tengah menandatangani beberapa kertas dalam sebuah map berwarna biru yang tadi diberikan oleh sekertarisnya itu.

“Memangnya ada acara apa sampai Tuan Jang mengundangku? Sungguh suatu kejadian langka”,ujar manager atau sebut saja Song Seung Heun pada sang sekertaris sambil menyerahkan map yang tadi diberikan sekertarisnya itu.

“Tuan Jang mengundang anda, karena lusa beliau akan mengumumkan pewaris resmi keluarga Jang di Seoul”,Seung Heun membelalakan matanya tak percaya.

“Memangnya siapa calon pewarisnya? Setahuku Geun Seuk tidak mau meneruskan perusahaan kakeknya itu?”,tanya Seung Heun pada dirinya sendiri.

“Anda salah manager, justru Tuan Jang Geun Seuk lah yang mengatakan kalau ia akan meneruskan perusahaan Tuan Jang”,ujar sang sekertaris tanpa memandang langsung atasannya.

“MWO? Aku tidak percaya ini. Dimana Geun Seuk sekarang? Apa dia ada di Seoul? Atau…..”,

“Aku ada disini hyung”,sambung seseorang yang dari tadi jadi topik pembicaraan.

“Geun Seuk?Ya,kenapa kau tidak bilang soal keputusanmu itu hah? Dasar setan kecil,kemari kau”,Seung Heun bangun dari duduknya dan berjalan menghampiri sang ‘adik’ yang seperti takut pada sang ‘kakak’ yang siap menghajarnya.

“Noona,tolong aku”,rajuk Geun Seuk pada sang sekertaris sambil bersembunyi dibalik punggung kecil wanita itu.

“Manager sudahlah, biarkan ia menjelaskan alasannya terlebih dahulu”,lerai sang sekertaris – Kim Tae Hee – yang tengah dijadikan tameng oleh Geun Seuk.

“Tidak,waktu itu dia sudah. Berjanji padaku kalau aku mau berpura-pura tidak tahu keadaannya,ia akan langsung memberitahuku kalau ada apa-apa. Tapi apa buktinya? Aku malah menerima surat undangan tentang pewarisan itu dulu baru ia akan bercerita padaku. Ayo kesini bocah tengik, kau sudah ingkar janji padaku”,ujar Seung Heun kesal sambil berusaha memukul Geun Seuk yang berada di belakang sekertarisnya itu.

“Hyung aku tidak bermaksud begitu sungguh. Kemarin aku punya urusan yang sangat penting, jadi aku tidak bisa menemuimu. Lagipula aku baru tahu kalau kau ada di Jepang tadi malam. Ayolah hyung, berhenti bersikap seperti anak kecil”,jelas Geun Seuk yang masih setia bersembunyi dibalik punggung Tae Hee.

“Apa kau bilang anak kecil? Awas kau….”,Seung Heun akhirnya menarik Tae Hee kearahnya kemudian memukul kepala Geun Seuk yang ternyata belum sadar kalau tamengnya sudah direbut darinya.

“Auuu appo hyung…. Noona, kepalaku sakit sekali”,rajuk Geun Seuk seperti seorang anak kecil yang mengadu pada kakaknya.

“Aish kalian berdua ini sama saja. Sama-sama seperti anak kecil. Kapan kalian akan dewasa,hah?”,seru Tae Hee kesal sambil berkacak pinggang dan mendeath glare kearah kedua orang itu.

Sementara dua orang itu hanya bisa terbengong-bengong*apa itu terbengong2?* melihat sang sekertaris yang tengah murka. Seung Heun menatap sekertarisnya dari atas kebawah, terus saja ia melakukan hal itu . Takut-takut kalau yang didepannya adalah orang yang menyamar menjadi sekertarisnya. Sedangkan Geun Seuk terus berkedip dengan kecepatan 1 sekon/kedipan. Sepertinya ia juga tak percaya kalau ‘noona’nya itu bisa membentak seperti tadi.

“Kenapa kalian melihatku seperti itu? Ah, sepertinya tadi aku habis melakukan kesalahan ya? Mianhae, mungkin tadi aku kelepasan. Kalau begitu aku permisi, aku akan membuatkan kalian minum”,tanpa menunggu jawaban keduanya, Tae Hee langsung bergegas pergi meninggalkan kantor atasannya itu.

“Hyung, apa benar yang tadi itu Tae Hee noona?”,tanya Geun Seuk setelah mengakhiri ‘acara’nya tadi.

“Entahlah aku juga bingung. Tapi yang tadi itu benar-benar Tae Hee. Sudahlah, kita selesaikan masalah kita dulu. Sekarang ceritakan semuanya padaku SE-MU-A-NYA”,lalu ia menarik Geun Seuk untuk duduk disofa yang ada di sudut ruangan itu.

*Geun Seuk: hyung,aku cape kalo mesti nyeritain semuanya sama hyung. Mendingan hyung baca ff ini deh dari awal.

Seung Heun : ga ah,aku udah cape baca mulu. Pagi baca,siang baca,tadi sebelum kamu dateng aku juga baca. Mataku udah cape tau. Ntar gimana kalo misalnya mataku jadi merah gara2 kebanyakan baca. Nanti fansku pada kabur semua gara2 salah paham liat mataku.

Geun Seuk : (-_-“) . Narsis amat hyung gw yang satu ini. Heum,kalau gitu. Kita minta tolong Tae Hee noona aja yang bacain. Gimana hyung? Ntar kalo hyung ga ngerti, baru aku jelasin.

Seung Heun: (ngetuk2 dagu) boleh juga ide kamu. Oke deh, kalo gitu kita tunggu sampe Tae Hee datang.

Tanpa mereka sadari ternyata Tae Hee dari tadi nguping pembicaraan mereka.

Tae Hee : enak aja mereka mau nyuruh gw baca ff segitu panjangnya. Mendingan gw kabur ah, lagian juga ini kan dah jam pulang kantor. Hihihi (ketawa setan,tapi ditahan?) Selamat menunggu tuan-tuan.  Nih kopi mending gw suruh OB buat ngasi kemereka. Nah tuh dia( Tae Hee menghampiri seorang pria yang mengenakan seragam OB yang berdiri tak jauh darinya). Mas Sayuti (?) Saya minta tolong boleh ga?

Sayuti: oh boleh mbak,mau minta tolong apa ya?

Tae Hee : nih(sambil ngasi nampan) tolong mas Sayuti kasih ini buat pa manager. Terus kalo misalnya pak manager nanya, Tae Heenya kemana, mas Sayuti bilang aja kalo saya mendadak sakit. Jadi tadi langsung pulang. Ok?

Sayuti : lah mbak Tae Hee emangnya sakit apa toh mbak? Wong sehat gini kok dibilang sakit mbak? Kalau kata ibuku kita tuh ndak boleh mutar balikan fakta. Nanti bisa jadi benaran.

Tae Hee: oke2 kalo gitu, ntar kalo ditanya mas Sayuti bilang aja ga tau. Gimana?

Sayuti: kalo kaya gitu saya ga mau ah mbak. Itu bohong namanya. Ibuku tuh ngajarin kalau kita tuh harus jujur mbak. Ga boleh bohong.

Tae Hee : (aura hitam keluar dari tubuhnya) mas, udah pernah ngerasain jatoh dari lantai 20 belom?

Sayuti : (merasa ada sinyal bahaya,ia langsung menaruh nampan yang tadi dipegangnya keatas meja tak jauh dari berdiri tadi dan langsung terbirit-birit) KABUR……….

Oke STOP ini sudah melenceng dari ff. Ini ff korea bukan sitkom OB #dilempar 1000 sendal ama readers#*

Back to the Story

Geun Seuk akhirnya menceritakan semuanya pada Seung Heun. Dari pertama ia bertemu Shin Hye sampai akhirnya mereka berpisah – terpaksa berpisah – seperti ini.

“Lalu apa gadis bernama Shin Hye itu sudah tahu kalau kau itu menyamar?”,

“Kurasa cepat atau lamba ia akan tahu kalau siapa diriku yang sebenarnya. Apalagi lusa, acara pengangkatanku sebagai pewaris keluarga Jang akan disiarkan di seluruh Korea. Jadi besar kemungkinan kalau ia akan tahu siapa aku yang sebenarnya. Dan ia akan tahu kalau sebenarnya aku tidak punya seorang adik yang bernama Jang Sukkie”, Geun Seuk menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan kata-katanya,”Aku sudah siap kalau ia membenciku. Semenjak aku memutuskan untuk mengambil alih perusahaan,aku sudah siap dengan semuanya”,ujar pemuda tampan itu lagi.

Seung Heun menepuk pundak sang ‘adik’.”Tenang saja,kalau ia benar-benar jodohmu. Kalian pasti akan bersatu”,Geun Seuk hanya tersenyum tipis mendengar kata-kata Seung Heun.

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

“Nah,kita makan disini saja ya. Aku sudah lapar sekali. Lagipula makanan  kafe ini juga lumayan enak. Bagaimana?”,tawar Hye Gyo.

Mereka kini berada disebuah kafe yang terletak tak jauh dari rumah Hye Gyo. Kafe dengan desain sederhana yang pernah dikunjungi Shin Hye sebelumnya.

“Aku juga pernah kesini. Ya sudah,ayo cepat masuk. Kau bilang kau sudah lapar kan?”,ia berjalan mendahului Hye Gyo.

“Selamat datang”,sapa pelayan pria yang berada tak jauh dari pintu masuk. Pelayan itu kemudian mengantarkan dua gadis itu kesebuah meja yang ada disudut kafe.

“Silahkan duduk nona”,setelah itu pelayan itu pergi kembali dan datang seorang pelayan wanita yang membawa daftar menu.

Pelayan itu kemudian menyerahkan daftar menu itu,”Silahkan, menu istimewa hari ini adalah……..”,

“UEE ssi? Benarkan? Apa anda mengingatku?”,tanya Shin Hye sambil menunjuk dirinya sendiri.

~~~~~~~~ToBeCo~~~~~~~~~

AN Jell♡JGS♡PSH♡JYH♡LHK♡AN Jell

My Boyfriend is Beautiful – Part X

My Boyfriend is Beautiful – Part VIII

 

Author Numpang Promo ya ^^

Annyeong readers ^^, udah lama ternyata author gak nulis di WP ini,

tapi sekarang author bukan bikin FF, author cuma mau numpang promosi dikit ,

buat readers sekalian yang suka beli kaos atau hodie seperti di bawah ini

Gambar

Gambar

Gambar

Gambar

kalau kalian tertarik buka link ini untuk melihat lebih banyak lagi

https://www.facebook.com/pages/Cheonsa-Shop/459611424117696?ref=hl

Ok, semoga tertarik readers

Gomawo ^^

7 thoughts on “My Boyfriend is Beautiful – Part IX

  1. Eonni, mau tanya..
    My Boyfriend is Beautiful – Part VIII nya Mana ya ???
    minta link ny doonk..

    trus My Boyfriend is Beautiful – Part X – seterusnya mana ya ????

    baca nya nanggung nihh aku nya…

    hehehe

    gomawoyo eonni…^_^

    • Sorry bgt,bales’a lama,baru ada ksempatan,part k 8nya udh ketemu?
      Maaf bgt untk yg nunggu kelanjutan FF ini,msi hrus aku tunda dlu,aku msi ujian,
      Mhon d maklumi yah,aku udah smster akhir kuliah soal’a,bnyak bgt tugas dri dosen, #curhat *di timpuk sendal gara2 bnyak curhat * ,tpi abis UAS 2 minggu ini aku janji lgs lanjutin FF ini deh y,
      고 마 워 요 klw msi mw nunggu lanjutan FF ini,
      Skali lagi 미 안 해

  2. Ping-balik: My Boyfriend is Beautiful – Part X | Love Fanfiction

  3. Ping-balik: My Boyfriend is Beautiful – Part VIII | Love Fanfiction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s