In the End

Cherry Chibi presents~

In the End

(We Have Each Others)

[A JongKi angst(?) fiction]

Happy reading~

~:0:~

At least I still have you

~:0:~

By my side

~

“Jadi…” Jonghun meraih tangan Hongki. Matanya menatap dalam mata lelaki di sampingnya tersebut.

Hongki mengangguk pelan, meyakinkan dirinya sendiri dan sang kekasih akan pilihan mereka. Pilihan. Satu-satunya pilihan dan bukan keinginan.

Memang bukan keinginan. Mereka terdesak. Desakan yang terlalu kuat dan mereka terlalu lelah untuk memikirkannya. Tekanan dan cemooh orang-orang tak bisa mereka hindari. Bahkan fisik mulai dipertaruhkan. Sebenarnya mereka kuat menahan semua itu. Tentu saja tubuh mereka jika menerima jika hati sudah siap. Tapi mereka tak tega melihat belahan jiwa yang tersiksa, rasanya lebih sakit daripada diri sendiri yang diserang.

Hingga mereka jatuh pada satu pilihan ini.

“Ayo,” Jonghun meremas tangan Hongki dalam genggamannya. Tersenyum getir, menumpahkan seluruh perasaannya lewat udara yang mengalir di antara keduanya.

Mereka tak punya waktu lagi. Seluruh orang kerajaan kini mengejar mereka. Dan dapat dipastikan membawa peralatan yang digunakan untuk melampiaskan emosi mereka. Emosi tak masuk akal karena seorang lelaki mencintai lelaki lainnya. Hanya karena hal itu. Karena hal yang hangat berubah menjadi panas. Cinta berbalik menjadi amarah.

Nafas mereka tercekat saat orang-orang meneriakan nama mereka. Memanggil penuh amarah.

Tidak boleh lebih dari ini. Orang-orang tak akan membunuh mereka, semua tahu itu mengingat keduanya merupakan putra mahkota. Hanya saja keduanya pasti akan disiksa. Dijatuhi hukuman yang serasa pantas. Dan itu lebih menyiksa karena keduanya tak akan pernah bisa bertemu lagi, kecuali dalam perang yang Hongki dan Jonghun yakin sebentar lagi akan meledak.

“Kita akhiri ini semua.”

Senyum. Senyum hangat dan lembut. Namun dibalik itu air mata keduanya menggenang, menghasilkan tatapan penuh perasaan yang sulit diartikan. Menyulap keadaan sekitar menjadi milik keduanya.

Mereka mengerti. Saling memiliki satu sama lain adalah impian keduanya. Dan itu tak akan erwujud dengan keadaan seperti ini.

Bolehkan sesekali mereka egois? Meninggalkan tanggung jawab demi mengejar kebahagiaan. Toh sudah ada yang menggantikan kelak, pikir kedunya. Masih ada Jaejin pengganti Hongki dan Minhwan pengganti Jonghun.

Itu tak akan menjadi masalah, bukan?

Hanya alam yang menjadi saksi. Hanya alam yang mengakui cinta keduanya. Saat dua tubuh pemuda tegap itu terjun ke dalam lautan luas. Menenggelamkan raga dan jiwa mereka bersama kelamnya laut. Menyimpan cinta mereka dalam indahnya mutiara.

Fin.

 

Hehe… lagi pengen bikin yg pendek, jadinya ancur gini… ==a aduh! Gawat! Cherry akhir2 ini nulisnya yg panjang, jadi agak sulit nulis yg pendek… n akhir2 ini pake sudut pandang 1, jadi gaje nih sudut pandang ke 3… m(TT____TT)m

Review? :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s