BERRIES STORY: BLUEBERRY

~:0:~

Cherry Chibi presents~

BERRIES STORIES

[EunHae/HaeHyuk/HyukHae/HaeEun romance fiction]

[LENGTH:;: 4 series; 1(200 words)2(200+ words)1(300+ words)]

[GENRE:;: Fluff, Romance, Shounen-ai]

[RATING:;: T/PG-13]

{WARNING:;: BOY X BOY / BL, OOC}

Happy reading~

~:0:~

Saat semuanya berhubungan dengan buah-buah berry

~:0:~

BLUEBERRY

~:0:~

Marry Me!

~:0:~

“Donghae-ya,” Hyukjae memanggil Donghae yang duduk bersandar pada sofa.

“Hm?” tanpa menoleh pada Hyukjae, Donghae menyahut.

“Apa menurutmu aku terlalu banyak memakan strawberi?” Tanya Hyukjae, melirik Donghae.

“Hm…” jeda sesaat. Mata Donghae tetap pada laptop di pangkuannya.

Ya!” kaki Hyukjae menendang pelan Donghae yang tidak segera menjawab.

“Ah, ne?” Donghae menoleh ke arah Hyukjae. Alisnya terangkat satu. Mendapati Hyukjae yang meminta jawaban, Donghae membuka mulutnya kembali,

“Kurasa tidak. Buah itu bagus untuk tubuh, ‘kan?” Donghae tersenyum.

Hyukjae terlihat berpikir sesaat. Matanya beralih ke langit-langit ruangan.

“Ada apa?” Tanya Donghae penasaran.

“Ah… sebenarnya…” Hyukjae terlihat ragu mengatakannya. Dia melirik ke Donghae sesaat lalu menghembuskan napas.

“Menurutmu… kalau wedding cake bluberry enak tidak? Heum?”

Sekarang giliran Donghae yang berpikir.

“Kurasa enak saja.” Jawab Donghae kemudian.

“Kamu mau menikah?” Tanya Donghae.

Entah ini hanya perasaan Hyukjae, atau justru harapannya, wajah Donghae berubah sendu saat menanyakannya. Atau, lebih tepatnya… tersakiti.

Hyukjae bingung mau menjawab apa.

“A-ah… tidak. Itu… maksudku…”

Aish! Kenapa harus gugup begini?

Dan kenapa Donghae harus melontarkan tatapan seperti itu?! Dari sudut Hyukjae, Donghae terlihat sangat manis sekarang.

Seperti Bada.

Warna merah sudah mendominasi kulit wajah Hyukjae sekarang.

“Anu… kamu mau tidak wedding cake kita nanti blueberry?” Tanya Hyukjae asal. Yah, tidak sepenuhnya asal. Dia lumayan serius dalam hal ini.

Seperti harapan Hyukjae, Donghae menjadi salah tingkah dengan pertanyaannya.

“A-aku belum melamarmu!” balas Donghae.

Bukannya mencairkan suasana, ucapan Donghae justru membuat Hyukjae menjadi semakin gugup. Tangannya sudah berkeringat.

Wajah keduanya sudah menjadi seperti buah strawberi. Saling menundukan wajah, tidak berani bertatap mata selama beberapa saat.

“Ha-harusnya aku yang melamarmu!”

~:0:~

COMING NEXT:;:

Perbedaan

“Sebenarnya, Donghae…,”

Satu keinginan

“Kamu tidak mengerti kesenangannya.”

Persamaan hati

“Mian, Chagiya. Aku hanya bertanya.”

Keegoisan

“A-ada apa?”

Mempersatukan keduanya


CHERRY

~:0:~

(>w<)
/    \

[REVIEW]

\    /
(^0^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s