My Boyfriend is Beautiful – Part X

Mian para readers sekalian yang udh berpuluh-puluh tahun nungguin kelanjutan fanfiction ini, author kemaren lagi sibuk ngurusin skripsi nd sidang author dan masi bnyak lagi kerjaan yg laen sampe fanfiction ini terlupakan untuk dilanjutkan😥.

jadi mohon dimaafkan ya😦

So Happy Reading Readers ^^

“Selamat datang”,sapa pelayan pria yang berada tak jauh dari pintu masuk. Pelayan itu kemudian mengantarkan dua gadis itu kesebuah meja yang ada disudut kafe.

“Silahkan duduk nona”,setelah itu pelayan itu pergi kembali dan datang seorang pelayan wanita yang membawa daftar menu.

Pelayan itu kemudian menyerahkan daftar menu itu,”Silahkan, menu istimewa hari ini adalah……..”,

“UEE ssi? Benarkan? Apa anda mengingatku?”,tanya Shin Hye sambil menunjuk dirinya sendiri.

My Boyfriend is Beautiful – Part X

“Kau?”,UEE nampak terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini. Beberapa hari yang lalu Geun Seuk memintanya untuk berpura-pura menjadi yeojachingunya untuk membohongi yeoja yang ada dihadapannya saat ini, dan kemudian sekarang ketika namja itu tak bisa dihubungi lagi ia malah bertemu lagi dengan yeoja yang ia anggap menyebalkan itu.

“ternyata itu memang kau. Apa kabar UEE ssi? Aku tak menyangka kalau kita bisa bertemu lagi”,Shin Hye berusaha terlihat ramah pada yeoja dihadapannya ini walaupun matanya memperlihatkan kesedihan yang mendalam ketika melihat yeoja yang ia kira telah menjadi yeojachingu namja yang ia cintai *mian kalo bhsa author ribet ^^*

“tidak perlu berbasa basi, kau cukup katakan kau mau pesan apa dan kita tidak perlu berbicara lebih lama lagi. Aku tahu kalau kau tidak nyaman denganku, karena aku juga merasakan hal yang sama denganmu”,ucap UEE  tajam.

“Yak,kau ini hanya pelayan disini, apa kau tidak bisa sopan sedikit hah?”,bentak Hye Gyo yang tidak suka karena teman kesayangannya diperlakukan seperti itu.

“kau tahu, Cafe ini tidak akan rugi kalau hanya dua pengunjung seperti kalian meninggalkan tempat ini”,tampaknya UEE benar-benar tengah memancing kemarahan seorang Song Hye Gyo. Harusnya ada yang memberitahunya bahwa Hye Gyo adalah salah satu pemegang sabuk hitam di Seoul.

“Akkkhhhh,lepaskan tanganku yeoja jelek”,teriak UEE pada Hye Gyo yang kini tengah memelintir tangan kanan UEE yang membuat pena yang dipegangnya terjatuh begitu saja.

“Kau yang yeoja jelek, apa kau tidak pernah diajarkan sopan santun oleh keluargamu hah? Harusnya kau tadi berhati-hati kalau mau membentak seseorang yeoja jelek. Kau tahu, aku bisa saja mematahkan kakimu yang panjang ini kalau aku mau”,geram Hye Gyo. Yah harus diakui UEE kalau yeoja mungil ini mempunyai tenaga yang lumayan besar, buktinya saat ini UEE terlihat sudah seperti orang bodoh ketika mendengar ancaman Hye Gyo. Yeoja mana yang tidak akan takut ketika mendengar kalau salah satu bagian indah dari tubuhnya akan dilukai? Sebaiknya kau segera minta maaf UEE ssi,kalau kau masih ingin berjalan dengan baik.

“Hye Gyo-ya lepaskan, lebih baik kita keluar dari sini. Semua orang memperhatikan kita”,bujuk Shin Hye pada sahabat cantiknya ini.

“Tidak akan sebelum ia minta maaf padamu Shin Hye-ya. aku ingin tahu, mana yang lebih penting bagi yeoja jelek ini harga diri atau kaki panjangnya ini”,

Sepertinya dua yeoja itu sama-sama keras kepala, karena tidak ada satupun dari mereka yang mau mengalah. Walaupun tangannya merasa kesakitan, namun UEE sama sekali tidak berniat untuk minta maaf. Sepertinya ia mempunyai cadangan kaki dirumahnya saat ini #PLAK

“Ada apa ini?”, tanya seorang namja manis yang ada dibelakang Hye Gyo dan UEE.

“Sonsaengnim?”, Shin Hye nampak tak percaya melihat namja manis itu.

“Jadi kalian hanya bertengkar karena masalah sepele seperti itu?” tanya namja manis itu pada ketiga yeoja yang duduk dihadapanya saat ini. Ya, namja manis ini menarik ketiga yeoja ini kedalam ruangannya agar tidak menarik perhatian yang lebih besar lagi.

“Sepele? Sonsaeng katakan hal ini hanya masalah sepele?”, Hye Gyo nampak tidak terima dengan pernyataan sonsaengnimnya itu. Bagaimana tidak? Mana ada seorang pelayan Caffe yang berani mengusir pelanggannya. Bahkan itu terjadi sebelum mereka memesan apapun. Apa sonsaengnimnya ini juga tidak pernah belajar tatakrama juga?

“Aish,kenapa kau berkata seperti itu”,bisik Shin Hye pada Hye Gyo yang duduk disamping kirinya itu, “Mianhae Heo sonsaeng. Ini semua adalah salahku. Kalau saja tadi aku langsung memesan, pasti tidak akan terjadi hal seperti ini. Aku harap sonsaengnim mau memaafkan Hye Gyo. Hari ini hari ‘pertama’nya,jadi ia agak sedikit emosi sehingga bertindak kasar seperti tadi, sekali lagi jeongmal mianhae sonsaengnim”,Shin Hye berdiri lalu membungkukkan badannya pada Heo sonsaengnya itu.

Ya,Heo sonsaeng atau Heo Young Saeng adalah pemilik Caffe ini. Biasanya namja manis ini sangat jarang datang ke sini,dan entah angin apa yang telah membawanya kemari. Tapi sepertinya ia sedikit bersyukur karena datang pada saat yang tepat, karena kalau tidak mungkin murid sekaligus yeoja yang ia cintai ini bisa masuk dalam penjara karena saat ia datang tadi sang manajer Caffe sudah ingin menghubungi kantor polisi.

“Gwenchana Shin Hye-ya, aku sangat tahu seperti apa Hye Gyo sebenarnya. Ia hanya tidak terima kalau teman baiknya disakiti oleh orang lain, begitukan?”,tanya YoungSaeng pada Hye Gyo yang entah kenapa mukanya agak memerah ketika mendengar kata-kata Young Saeng.

Tanpa menunggu jawaban Hye Gyo yang sepertinya tengah ‘memanas’ akibat ucapannya, Young Saeng segera mengalihkan pandangannya pada sang pegawai,UEE. “Dan anda UEE ssi,sebaiknya mulai sekarang kau harus bersikap ramah pada semua pelangganmu, karena aku akan pastikan kalau kau berbuat seperti ini lagi, kau akan melihat surat pemecatanmu”,ujar Yong Saeng tegas yang diikuti seringai mengerikan dari Hye Gyo.

“Ne,aku minta maaf karena sudah membuat keributan Tuan Heo”,ujar UEE sambil memandang tak suka pada Hye Gyo yang duduk diujung sofa sebelah kiri.

“Baiklah,kau boleh keluar kalau begitu UEE ssi”,ujar Young Saeng

“Kalau begitu kami permisi pulang juga sonsaengnim. Maaf kami telah menganggu anda hari ini”,ujar Shin Hye sambil membungkukan badannya pada Young Saeng – berpamitan.

“Aniyo, kalian sama sekali tidak mengganggu”,tersenyum manis pada Hye Gyo,”Bagaimana kalau kalian kuantar pulang? Aku takut terjadi apa-apa pada kalian berdua”,tawar sang sonsaengnim.

“Tidak terima kasih sonsaengnim, kami masih harus ketempat lain dulu sebelum pulang. Terima kasih untuk bantuan anda hari ini. Annyeong….”,ujar Hye gyo cepat dan langsung menarik lengan Shin Hye keluar tanpa menunggu jawaban dari Young Saeng.

“Kenapa tadi kau menolak ajakan sonsaengnim untuk mengantar kita pulang? Padahal aku tahu kalau kau ingin sekali naik mobil sport barunya itu kan?”,tanya Shin Hye begitu mereka sampai dirumah keluarga Song tepatnya dikamar Hye Gyo.

“Aku memang mau naik mobilnya, tapi hanya kalau kami benar-benar menjadi sepasang kekasih. Aku tidak mau orang-orang yang melihatku mengira aku yang mendekatinya”,jelas Hye Gyo sambil berlalu kedalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya.

Shin Hye hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengar penjelasan sahabatnya itu. Padahal jelas-jelas kalau sonsaengnimnya itu sangat amat menyukainya, apalagi sebenarnya yang tengah ditunggu oleh sahabatnya ini? Sepertinya hanya Tuhan dan Hye Gyo yang tahu apa yang diinginkan oleh seorang Song Hye Gyo.

“Shin Hye-ya, oppa baru saja mengirimiku email, dia bilang dia menyuruhku datang ke pesta keluarga Jang nanti malam, kau temani aku ya?”, bujuk Hye Gyo.

“Keluarga Jang?”,

“Iya keluarga Jang, kata Seung Heun oppa sahabat baiknya Jang Geun Seuk sudah kembali kepada Mr. Jang. Dan malam ini Mr. Jang akan mengumumkan Geun Seuk ssi sebagai pewaris tunggalnya. Bagaimana? Kau mau menemanikukan?”, bujuk Hye Gyo lagi.

‘Kalau Mr. Jang akan mengumumkan Jang Geu Seuk sebagai pewaris tunggalnya, berarti Jang Geun Seuk akan ada di pesta itu. Aku harus datang untuk memastikan apakah Jang Geun Seuk cucu Mr. Jang itu benar-benar Jang Geun Seuk yang kumaksud’,pikir Shin Hye.

“Yak Park Shin Hye, aku sedang menunggu jawabanmu saat ini”, tegur Hye Gyo kesal.

“Ah, mian. Baiklah aku akan menemanimu tapi aku harus kembali kerumah untuk mengambil gaunku”,

“Aish, tidak perlu! Aku punya dua buah gaun baru yang dibelikan Oppa dan juga Tae Hee eonnie, dan kau bisa memakai yang satunya. Nah, sekarang ayo kita pulang dan berdandan yang cantik untuk malam ini”,

@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@

Skip Time

“Tolong kalian letakkan bunganya disebelah sana, dan kalian cepat rapikan bangku-bangku itu, sebentar lagi Tuan Besar akan datang, aku tidak ingin semua ini belum rapi ketika ia datang”,perintah seorang wanita cantik yang mengenakan sebuah dress merah dengan punggung terbuka. Sepertinya ia adalah pemilik EO yang dipercaya untuk menyelanggarakan acara ini.

“Nona Kim ada yang ingin bertemu dengan anda”,ujar seorang pria berjas hitam pada wanita cantik itu.

“Hai noona,…”,sepertinya seseorang yang mencari wanita bermarga Kim tadi tidak sabar untuk bertemu dengannya. Pria tampan itu berjalan mendekati kedua orang tersebut, kemudian hanya dengan sebuah isyarat mata pria berjas hitam tadi pergi meninggalkan keduanya setelah membungkuk – mohon pamit – pada wanita cantik itu.

“Bagaimana kau bisa ada disini Seung heun -a?”,tanya wanita itu pada sang lawan bicara yang ternyata adalah Song Seung Heun.

“Cucu tuan Jang adalah teman kecilku kalau kau tidak tahu, maka dari itu aku bisa ada disini sekarang. Tepatnya ada dihadapanmu”,jelas Seung Heun sambil memberikan senyum manisnya.

“Well, aku tidak pernah menyangka kalau ternyata kau adalah teman dekat cucu tuan Jang. Mengingat kau adalah manusia yang jarang bergaul dengan orang lain kecuali dengan adikku Tae Hee”,wanita itu tersenyum kecil mengingatnya.

“Yak noona, kau tidak perlu mengingatkan aku akan hal itu. Kau tahukan bagaimana cemburunya adikmu itu kalau aku dekat dengan wanita lain. Jadi aku tidak mempunyai teman lain selain dirinya”,gerutu Seung Heun.

“Ne,aku juga ingat seberapa cemburunya kau pada semua pria yang dekat dengan adikku, sehingga semua pria di kampus dulu tidak ada yang mau menjadi temanmu kecuali Sang Woo. Ckckck, aku heran dengan kehidupan kalian berdua. Dasar pasangan possesive”,wanita itu hanya bisa menggelengkan kepalanya mengingatnya.

“Seperti kau tidak begitu saja Ha Neul noona, lihat Sang Woo oppa mu itu sedang menatap tajam kearahku. Huh,seharusnya tadi aku menyapanya duluan supaya ia tahu siapa aku. Sepertinya beberapa tahun tak bertemu, aku bertambah tampan ya? Sampai-sampai ia tak mengenali calon adik iparnya sendiri”,narsis Seung Heun

Ha Neul sang wanita cantik itu hanya bisa terkikik geli menyaksikan kenarsisan calon adik iparnya itu dan juga kecemburuan sang suami yang tengah berjalan menuju mereka berdua.

“Siapa dia Chagi?”,tanya Sang Woo yang entah sejak kapan ada disamping Ha Neul dan telah mendaratkan (?) tangan kanannya pada pinggang ramping sang istri.

“Dia……”,

“Aigoo………yak hyung apa aku benar-benar menjadi sangat tampan sehingga kau tak mengenaliku? atau matamu sudah tertutupi wajah cantik istri mu itu sampai kau tidak mengenaliku?”,kesal Seung Heun yang membuat Sang Woo mengerutkan dahinya tanda berpikir dan membuat Ha Neul juga sedikit blushing akibat kalimat terakhirnya itu.

“Kauuu………..”,

“Oppa……”,teriakan seorang wanita cantik dibelakang Seung Heun membuat Sang Woo terdiam sesaat. Sepertinya ia sudah berhasil mengenali siapa pria yang tadi berbicara dengan istrinya itu.

“Tae Hee? Kenapa kau berteriak-teriak seperti itu? Apa kau begitu merindukanku?”,sepertinya penyakit narsis Seung Heun benar-benar parah.

“Bukankah tadi sudah kubilang untuk menungguku? Tapi kenapa kau malah meninggalkanku? Kau ini benar-benar tidak bisa sedikitpun kutinggalkan ya? Baru melihat Ha Neul eonni saja kau langsung meninggalkanku,apalagi kalau kau tiba-tiba melihat wanita yang lebih cantik lagi?” Tae Hee hanya bisa menatap tajam namjachingu sekaligus atasannya itu.

“Tenang saja adik iparku, karena wanita tercantik malam ini adalah Ha Neul ku dan juga kau”,kata Sang Woo lalu mengecup sekilas kening istrinya yang membuat pipi tirus sang istri dan sang adik ipar memerah sempurna,”Jadi Seung Heun tidak akan macam-macam, bagitukan calon adik ipar?”,tanya Sang Woo.

“Ne, tentu saja hyung. Lagipula aku hanya menjaga sopan santun sebagai calon adik ipar yang baik chagiya, makanya tadi aku meninggalkanmu untuk menyapa Ha Neul noona.”,jelas Seung Heun sambil menautkan tangannya pada tangan calon istrinya itu.

“Baiklah,kali ini alasanmu kuterima. tapi awas saja kalau kau berbuat seperti ini untuk menghampiri wanita lain. Aku tidak segan-segan MENGGANTUNG MU nanti”,ancam Tae Hee.

Kemudian kedua pasang itu terlihat tertawa bersama setelahnya.

In Other Place

Sedangkan di kediaman keluarga Song

“Shin Hye-ya apa kau sudah selesai?”, tanya Hye Gyo dari luar kamarnya.

CKLEK, pintu kamar Hye Gyo terbuka.

“Mian, aku terlalu lama ya?”, tanya Shin Hye begitu pintu sudah terbuka lebar.

“Neomu yeppo”,puji Hye Gyo tanpa sadar.

“Mwo?”,

“Kau cantik sekali, aku yakin malam ini kita bisa menjadi pusat perhatian di pesta malam ini”, ujar Hye Gyo berapi-api.

“Hye Gyo-ya kau terlalu berlebihan aku hanya memakai make up tipis, tidak mungkin aku terlihat secantik itu. Lagipula kau lah yang terlihat sangat cantik malam ini”, kata Shin Hye merendah.

“Jeongmalyo?”,tanya Hye Gyo sambil tersipu-sipu

“Ne, neomu yeppoyo. Ya sudah, lebih baik kita berangkat sekarang saja, aku tidak mau oppa tampanmu nanti menunggu lama”, ajak Shin Hye sambil menarik lengan sahabat karibnya itu.

“Ne, kaja. Oia, tapi aku ingatkan jangan sekali-kali memuji oppaku tampan, karena dia sudah punya seorang bodyguard cantik disampingnya”,

“Arraso”, ujar Shin Hye sambil tersenyum manis pada sang sahabat, ‘Semoga malam ini aku bisa mendapatkan jawabannya’,pikir Shin Hye.

To Be Continue………………… #digaplok

*lanjuuuuuuuuuuuutttttttttttttt

“Oppa…..”, teriak Hyo Gyo sambil berlari kecil menghampiri seorang namja tampan yang sedang mengobrol berdua dengan seorang wanita cantik disebelahnya.

“Hye Gyo?”, seru Seung Heun yang sambil merentangkan kedua tangannya untuk memeluk sang adik tercintanya.

“Oppa…”, seru Hye Gyo saat sudah berada dalam pelukan sang kakak.

“Hai, nae dongsaeng. Baru beberapa bulan tidak bertemu tapi kau sudah banyak berubah ya sekarang?”, puji Seung Heun sambil mengeratkan pelukan pada sang adik.

“Ehm… ehmm…”, tegur seseorang disamping kedua kakak beradik itu,”Kenapa kalian berdua selalu melupakan ku kalo sudah bertemu. Kalian tahu, aku seperti lalat penganggu di antara kalian berdua”, sindir wanita cantik yang tak lain adalah Tae Hee.

“He he he, mianhae eonnie aku hanya sedang melepaskan rinduku pada calon suamimu ini”, jelas Hye Gyo sambil melepas pelukan sang kakak dengan ‘sedikit’ dorongan setelah mendengar teguran calon kakak iparnya.

“Yak, kenapa kau mendorong oppamu begitu kencang? Bagaimana kalau oppamu yang tampan ini jatuh?”,ujar Seung Heun kesal karena didorong adiknya itu.

“Eonnie, kenapa kau begitu tahan dengan kenarsisan oppaku ini?”, tanya Hye Gyo sambil memasang wajah seperti ini pada Tae Hee (_ _’!!)

“Aish, jangan berbicara yang tidak-tidak pada eonnie mu”, ujar  Seung Heun sambil menarik Tae Hee kedalam pelukannya.

“Hye Gyo-ya”, panggil seseorang di belakang mereka bertiga.

“Aish, mianhae aku melupakanmu Shin Hye ya. Oppa, eonnie kenalkan ini sahabat baikku Park Shin Hye”,

“Annyeong, Park Shin Hye imnida”, sapa Shin Hye sambil tersenyum manis.

“Annyeong Song Seung Heun imnida dan ini calon istriku Kim Tae Hee”, balas Seung Heun, “Lihat, hari ini aku adalah pria paling beruntung dipesta ini karena dikelilingi oleh tiga wanita cantik”,canda Seung Heun yang membuat mereka tertawa.

Tapi tawa mereka terhenti karena mendengar suara MC pesta malam itu.

“Selamat malam semua hadirin yang terhormat, malam ini di hari yang berbahagia ini Mr. Jang sebagai pemimpin tertinggi Jang Corporate akan mengumumkan pewaris tunggal keluarga Jang yang sekaligus akan menjadi pengganti Mr. Jang  sebagai pemimpin tertinggi di Jang Corporate. Oleh karena itu mari kita sambut kedatangan pemimpin tertinggi Jang Corporate Mr. Jang………”, kemudian para tamupun bertepuk tangan menyambut kedatangan Mr. Jang yang memasuki ruangan pesta.

Sang MC pun memberikan microphone kepada Mr. Jang.

“Selamat malam untuk semuanya, terima kasih sudah mau menyempatkan waktu anda sekalian untuk datang ke pesta penyambutan cucuku. Malam ini aku akan memperkenalkan satu-satunya pewaris tunggal keluarga Jang sekaligus penggantiku di Jang Corporate. Oleh karena itu berikan sambutan meriah untuk Jang Geun Seuk”, seru Mr. Jang.

Lalu masuklah seorang namja tampan dengan menggunakan kemeja putih dan jas hitam sambil terus menebar senyum manisnya pada seluruh tamu yang datang malam itu. Geun Seuk tidak tahu kalau senyumnya saat itu sudah menyakiti hati seorang gadis cantik yang dicintainya.

‘Jadi ternyata dia benar-benar Jang Geun Seuk yang pernah kutemui waktu itu’, jadi selama ini siapa yang tinggal dirumahku kalau Geun Seuk sudah tidak punya adik lagi?’,

123

Sekarang benaran TO BE CONTINUE………..

see ya readers ^^ #lambailambai

My Boyfriend is Beautiful – Part IX

5 thoughts on “My Boyfriend is Beautiful – Part X

  1. Ping-balik: My Boyfriend is Beautiful – Part IX | Love Fanfiction

  2. yah kok nggak ada lanjutannya….bosen diphpin nih kalau setiap aku liat fanfiction pasti berhenti ditengah jalan kayak gini….padahal udah sampai capek baca ternyata berhenti di tengah 2 cerita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s